728x90 AdSpace

Update
19 Mei 2018

Ramadhan Momentum Perbaiki Diri

Oleh: Iwan Muhammad Sofwan
(Pengurus PC IPNU Kuningan, Departemen Dakwah & Kajian Keislaman)

Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kemuliaan dan keutamaan, amalan baik apapun jika diniatkan baik maka sesungguhnya Allah sangat tidak kikir memberi ganjaran yang luar biasa. Bagaimana tidak? tidur pun masih dianggap ibadah hanya karena di dalam waktu Ramadhan. Beberapa hari sudah kita lewati, lantas sudah sejauh manakah kita beribadah, sudah sejauh mana kita meninggalkan keharaman, sudahkah kita memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin? Betapa banyak orang yang berbahagia saat melewati masa-masa Ramadhan dengan segala macam aktifitasnya, namun tidak sedikit orang sering melupakan agenda yang satu ini yang sangat penting yaitu muhasabah.

Jika Ramadhan merupakan salah satu waktu yang istimewa dan sarana yang tepat bagi setiap muslimin untuk ber-muhasabah dan memperbaiki diri (introspeksi), maka dengannya bisa diketahui kadar atau level keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Apakah ia tergolong kepada zhalimun li nafsihi (aniaya terhadap diri sendiri), muqtashid (sedang tetapi dalam batas aman dan selamat) atau sabiqun bil khairat (pelopor dalam hal kebaikan). (Lihat QS. Faathir: 32)

Muhasabah berarti meninjau kembali atau mengoreksi terhadap diri sendiri baik itu perbuatan, sikap, kesalahan dan yang berkaitan lainnya. Ini menjadi penting dilakukan agar dari setiap apa yang kita lakukan membuahkan kebaikan. Allah SWT berfirman yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat di atas dengan menyatakan bahwa: –yang artinya– “Hendaknya manusia menghisab dirinya sendiri sebelum Allah yang menghisab dirinya. Hendaknya manusia melihat dan memperhatikan bekal dan tabungan amal shalih yang akan dibawa ke hadapanNya.” Jika ini dilakukan oleh seseorang maka selanjutnya ia akan lebih bisa memperkirakan resiko apa yang akan diterima nanti. Karena hari esok merupakan buah dari apa yang kita tanam hari ini.
Berkaitan dengan muhasabah Imam Hasan Al-Bashriy pernah memberikan nasihat bijak nan indah: “Seorang mukmin itu adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Ia mengintrospeksi dirinya karena Allah. Sesungguhnya hisab pada hari kiamat nanti akan menjadi ringan bagi mereka yang telah melakukan introspeksi di dunia. Sebaliknya hisab di akhirat akan terasa berat bagi mereka yang tidak pernah berintrospeksi.

Jika muhasabah atau introspeksi adalah sebuah aksi (action) untuk mengukur sudah sejauh mana kita melangkah, maka kemudian harus diikuti dengan reaksi (reaction) yang berisi kebaikan-kebaikan sebagai bentuk perbaikan diri. Seseorang yang telah ber-muhasabah, selanjutnya akan lebih cenderung memiliki perubahan yang berbeda dari sebelumnya yaitu menjadi lebih baik, santun dan bijak. Ini merupakan bukti dari proses muhasabah yang berhasil. Lantas jika dia istiqamah maka dia akan berjalan pada jalan lurus -shiraatal mustaqiim-.

Mari kita sikapi bulan Ramadhan ini dengan memanfaatkannya untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas ibadah dan amal shalih, sehingga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi. Menanamlah dengan kebaikan agar hari esok kita memanen kebaikan pula. Aamiin.
Wallahu a’lam.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Ramadhan Momentum Perbaiki Diri Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan