728x90 AdSpace

Update
11 Juni 2018

Hikmah Ramadhan: Puasa Melatih untuk Mengontrol Diri


Oleh: Kang Afif
(Afif Saefulmillah,S.Pd Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Kuningan)

suarakuningan.com - Puasa adalah ritual keagamaan yang bukan hanya diajarkan oleh agama Islam, tetapi juga agama-agama dan sistem kepercayaan dalam komunitas manusia-manusia. Ajaran ini esensial, eksklusif, menyentuh dimensi spiritual yang menjadi jantung manusia. Ritual ini menjadi milik Tuhan saja, bukan milik manusia. Tuhan mengatakan

كل عمل ابن ادم له الا الصوم فإنه لى وانا اجزى به

"Semua amal/kerja manusia miliknya sendiri, kecuali puasa. Ia milik-Ku, dan Akulah yang menghargainya".

Pertanyaan utamanya adalah mengapa dan untuk apa manusia perlu dibimbing Tuhan menjalani ritual ini. Sejak awal, Tuhan menaruh kepercayaan penuh kepada manusia untuk tugas pengaturan kehidupan bersama di dunia ini. Tuhan menyebutnya dalam arti "genus", manusia sebagai “khalifah fi al-Ardh”, pemimpin bumi. Dia berharap manusia bisa membangun kehidupan bersama yang saling menghormati, saling melindungi dan saling menyejahterakan. Untuk keperluan itu Tuhan membekalinya dengan seluruh perangkat yang memungkinkan mereka dapat mengerjakan semua tugas kemanusiaan itu dengan sebaik-baiknya. Tuhan memberi manusia akal untuk memikirkan, hati untuk mengalami dan merasakan, dan hasrat untuk menggerakkan. Ketiganya yang bersifat spiritual itu secara genuin diciptakan pada asalnya dalam keadaan suci dan baik.

Tetapi dalam perjalanannya manusia seringkali menjadi makhluk yang lemah, lalim dan bodoh. Ia sering lalai, mudah tergoda, terperangkap dalam dosa dan tergelincir ke dalam tindakan-tindakan yang menyimpang; merendahkan, mendiskriminasi dan menzalimi orang lain. Manusia juga mudah tertarik pada dan tertipu oleh hasrat-hasrat yang rendah dan kesenangan-kesenangan sesaat (duniawi) ; memuja harta, jabatan, keturunan, dan sebagainya. Hasrat-hasrat diri ini amat sering melalaikan, memperdaya, mengecoh, bahkan tak menghargai hak orang lain. Manusia acapkali tak mampu mengendalikan hasrat-hasrat yang menyesatkan itu.  Manusia juga sering tidak memahami orang lain, salah paham terhadap orang lain dan bahkan memusihi orang lain.

Lihatlah, hari-hari ini di negeri ini, kita masih belum selesai menyaksikan perilaku-perilaku manusia yang rakus, egois, berebut kuasa, sombong, gemar mengumbar hasrat perut, merendahkan orang lain dan tidak menaruh empati penderitaan orang lain. Hari-hari ini kita juga menyaksikan beragam tindakan manusia yang menyakiti sesamanya baik di dalam rumahnya sendiri maupun di ruang bersama. Kata-kata kasar dan melukai manusia berhamburan di mana-mana, di dunia nyata dan di dunia maya. Lihatlah masih begitu banyak orang-orang miskin dan fakir, yang terlunta-lunta, yang tidak punya tempat tinggal dan terus saja yang dibiarkan.

Lihatlah, bagaimana bom-bom diledakkan di "rumah-rumah tempat manusia mengabdi kepada Tuhan". Betapa manusia, ciptaan Tuhan yang terhormat itu, tengah mengalami situasi kejiwaan yang rusak, terbelah, lalai dan menyimpang.

Nah, di sinilah puasa menjadi moment penting dan perlu. Ia adalah moment penting untuk mendidik nurani manusia agar kembali kepada fungsinya sebagai wakil Tuhan.  Puasa juga mengajarkan tentang keharusan manusia mengendalikan hasrat-hasrat rendah dan amoral. Pembiaran hasrat-hasrat rendah yang tak terkendali selalu akan melahirkan malapetaka social dan kemanusiaan. Intinya, puasa merupakan moment melatih sensitifitas pikiran, hasrat dan tindakan agar selalu terkontrol dan terkendali. Inilah sejatinya taqwa.***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Hikmah Ramadhan: Puasa Melatih untuk Mengontrol Diri Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan