728x90 AdSpace

Update
28 Juli 2018

Puisi: Elegi di Prosesi Wisuda

Buah limau rasanya ngilu
Janganlah dipetik sembarang
Sakitnya bagai diiris sembilu
Kekasih hati dipinang orang


Meski dalam ratusan bahkan ribuan orang calon wisudawan tapi aku yakin dapat menemukan orang yang kucari. Orang yang selama 3 bulan sengaja tak kutemui dengan alasan menyelesaikan skripsi.

Aku hanya berkutat antara pembimbing, aku, dan sederet referensi yang harus kusiapkan dan kupertanggungjawabkan di hadapan sidang. Dan hari ini, aku akan menyerahkan segenap rinduku.
Ya dia disana memakai atasan kotak-kotak biru tua warna kesukaannya.

Aah.... langkahku tersendat-sendat diantara hiruk-pikuk ini sedang panah di hatiku melesat tak tertahankan untuk menemui hatinya.

Yaps dengan susah payah akhirnya bisa kugenggam tangannya dari belakang. Awalnya tentu saja mau melepaskan tangannya tapi setelah dia menoleh, dia ternganga, menarik napas dan mengeratkan kembali genggamannya.  Kulihat matanya yang juga merindu tapi seolah-olah ada berlaksa kata maaf disana.

"Kamu kemana saja? Tiga bulan lalu aku mencarimu, di jurusan selalu tak ada dan  kosan kamu pindah tak ada yang tahu. Dua bulan yang lalu aku menikah, sekarang aku telat mungkin aku sedang hamil".

Yuniawati
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Puisi: Elegi di Prosesi Wisuda Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan