Iklan Google 728

15 April 2019

Artikel: Petahana vs Oposisi ? Ya Begitulah Faktanya

Representasi dari suatu proses masa kampanye 23 september 2018 - 13 April 2019 
(Merah Putih Negeri ku)
oleh: Feryrizkiana (Presma Uniku)

suarakuningan.com - Safari kampanye dari sabang sampai merauke mereka jalani sepenuh hati yang "katanya" demi kepentingan kemajuan bangsa Indonesia. 

Perjalanan yang memang sangat amat sebentar untuk mereka saling memperkenalkan visi misi dan janji janji politik demi bisa meraih hati masyarakat . 

Dari mulai ide dan gagasan dilontarkan dengan khidmat dan tegas.

Isu isu mengenai Ekonomi , sumberdaya Alam , Pendidikan , pertahanan , Hukum dan HAM,  ah banyak lagi yang belum saya sebut  pun semakin merangkak naik ditengah perjalanan dan semakin menjadi menjelang hari tenang  .  Dalam hal ini Berita berita hoax yang di buat oleh para Oknum pun semakin menjamur dan menjadi jadi sehingga membuat masyarakat dibuat bingung dan resah. Sudahlah itu sudah berlalu kita hanya makan kabar burung . Akan tetapi saya yakin masyarakat Indonesia mampu menilai semuanya .

Saya percaya masyarakat Indonesia sudah tidak bisa digoyahkan meskipun beda pilihan . Ada beberapa analogi yang saya pilih . Kebetulan sekarang ada  dua paslon dan pasti saya akan mengambil 2  analogi warna Bendera sang Saka Merah Putih.

1. MERAH . Warna merah adalah warna yang beraura kuat, memberi arti gairah dan memberi energi untuk menyerukan terlaksananya suatu tindakan. Dalam psikologi warna merah memberi arti sebuah simbol keberanian, kekuatan dan energi, juga gairah untuk melakukan tindakan (action), serta melambangkan kegembiraan.

Selain itu, warna merah merupakan warna yang paling mendalam di antara warna-warna yang ada, warna ini termasuk golongan warna yang hangat. Makna warna merah bisa menggambarkan reaksi fisik terkuat dari diri kita sendiri. sumber : kapan.lagi.com

2. PUTIH . Kontras dengan warna hitam, putih erat kaitannya dengan kesan bersih, suci, ringan, dan terang. Adapun diyakini punya kekuatan untuk mengurangi rasa sakit, tidak heran jika warna putih sering kali dijumpai dalam dunia kesehatan, seperti halnya di rumah sakit.

Sementara warna putih dalam jumlah yang sesuai dapat memberi kesan keterbukaan dan kebebasan. Namun, penggunaan warna putih secara berlebihan bisa saja berdampak pada nyeri kepala dan mata lelah. sumber : kapan.lagi.com

sangat menarik memang melihat kedua warna tersebut 01 didominasi dengan warna merahnya dan 02 dengan warna putih . Ini menjadi tanda bukti begitu kentalnya demokrasi.

nah apakah kita sudah menyatukan persepsi untuk bahu membahu menjaga toleransi dalam memilih calon pemimpin Bangsa tanpa mementingkan diri sendiri untuk NKRI ? Mari kita kita sama sama Introspeksi diri.

Berharap pada hari tenang seluruh elemen baik Itu Partai serta Timses dari semua calon bisa lebih meredam tanpa ada ego yang mendalam. dan juga seluruh elemen masyarakat harus ikut menenangkan situasi pada saat ini .

mari kita kawal pesta demokrasi tahun ini . kita jaga TPS yang menjadi ujung tombak suksesnya pemilu .

Pemilih berdaulat Negara Kuat !!!
Bersama Rakyat Awasi Pemilu !!!

Mari datang ke TPS jangan sampai Golput . satu suara kita menentukan nasib 5 tahun Indonesia kedepan.***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Artikel: Petahana vs Oposisi ? Ya Begitulah Faktanya Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan