728x90 AdSpace

19 Juli 2019

Al Ihya Al Umuludin nya Al-Ghazali Adalah Panduan Hidup, Bukan Hafalan Ahli Kitab



suarakuningan.com - Al-Ihya Centre Universitas Islam Al-Ihya Kuningan menggelar ngaji kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali. Acara tersebut digelar untuk kali pertamanya, yang selanjutnya akan menjadi agenda rutin sampai kitab tersebut khatam.

Koordinator acara, Ade Suhendra menerangkan, semangat menghidupkan ilmu agama sebagaimana termuat dalam kitab tersebut kembali digali supaya bisa menjawab setiap penomena yang terjadi saat ini. Menurutnya, panitia memilih kitab tersebut sebagai rujukan, karena fenomena saat ini hampir mirip dengan apa yang dirasakan Imam Al-Ghazali dimasa penulisan kitab tersebut.

"Konteks dulu saat Imam Al-Ghazali gelisah dan membuat kitab ini hampir sama. Dimana ilmu agama hanya menjadi perdebatan, sedangkan nilai-nilai dalam kehidupannya minim," kata Ade,  Jumat (19/7)

Menurutnya, untuk sementara ini acara akan digelar setiap jumat kliwon. Digelar mulai pukul 16.00 sampai 17.00 WIB. Adapun peserta yang diundang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Dia berharap, kegiatan tersebut benar-benar memberikan semangt yang mendalam tentang menghidupkan ilmu-ilmu agama.

"Semoga keberkahan menyertai seluruh umat yang peduli dan menghidupkan ilmu-ilmu agama," tuturnya.






Kemudian, lanjutnya, semangat yang dipesankan Al-Ghazali dalam kitabnya itu sampai kepada audiens, terutama kalangan mahasiswa. Hal itu penting karena di tangan mahasiswalah setiap perubahan di tengah kehidupan masyarakat bisa dilakukan. Bahkan, selain menyelami pesan-pesan mendalam tulisan dalam kitab tersebut, mahasiswa juga diharapkan mengenal lebih dekat siapa sosok Al-Ghazali dan mengambil pelajaran setiap langkah jejak kehidupannya.

"Sebelum mengkaji isi kitab, narasumber mengawali sejarah bagaimana kitab ini bisa selesai ditulis dan menerangkan latar belakang kenapa menulis kitab tersebut. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran bagi mahasiswa secara khusus," terangnya.

Pada kesempatan itu, penyaji kitab, KH. Dedi Slamet Riyadi memulai ngaji dengan memilih tema thaharah. Sebelum masuk pembahasan, narasumber menerangkan berbagai latar belakang dan sejarah yang melatari kitab tersebut ditulis. Kemudian, penerjemah buku "Sejarah Arab" tersebut menyampaikan isi kitab dengan mengontektualisasikan dengan kehidupan saat ini.

Dedi menyayangkan banyak orang Islam yang kurang peduli terhadap kebersihan. Alih-alih kebersihan diri secara bathin, peduli terhadap kebersihan jasmani, rumah, dan lingkungan pun masih sangat kurang. Hal itu terbukti masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan.(red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Al Ihya Al Umuludin nya Al-Ghazali Adalah Panduan Hidup, Bukan Hafalan Ahli Kitab Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan