728x90 AdSpace

Update
6 Februari 2020

Kendali Itu di Tangan Kita

oleh: Atin Suhartini
Prodi PAI semester VII Unisa

suarakuningan - Di era digital lebih tepatnya era revolusi industri 4.0 terdapat banyak dampak negatif dalam penggunaan teknologi digital, yakni diantaranya penggunaan gawai secara berlebihan yang dapat melalaikan manusia, ciber crime yang berupa bullying di media sosial, pelecehan seksual di media sosial, internet negatif seperti situs porno, game online, judi online yang dapat diakses oleh siapapun tidak mengenal pangkat dan usia asalkan bisa menggunakan gawai dan internet semua dampak negatif dari teknologi digital dapat diakses. 

Terlebih pada anak-anak yang tanpa pengawasan orang tua telah dapat menggunakan internet bahkan dibebaskan dalam penggunaan gawai sangat berbahaya tidak hanya hal negatif diatas namun juga dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental dan sosial anak tersebut. 

Contoh kesehatan fisik yang dapat terganggu akibat penggunaan gawai adalah kesehatan mata dan radiasi dari gawai, sedangkan kesehatan mental anak akan ketergantungan terhadap gawai, game online dan lupa dalam aktivitas kesehariannya seperti belajar, ibadah dan bahkan makan, kesehatan sosialnya juga akan terganggu karena anak cenderung lebih asyik dengan gawainya sehingga enggan untuk bermain dengan anak seusianya dan akan membuat anak menjadi menyendiri dan membentuk karakter individualisme.

Tidak hanya dampak negatifnya saja, teknologi digital memiliki banyak sekali dampak positif bagi kehodupan manusia diantarnaya adalah mempermudah aktivitas manusia, mempercepat aktivitas manusia, sebagai sarana komunikasi yang sangat cepat, peluang bisnis secara online, transfer uang dan belanja segala sesuatu secara online dan masih banyak lagi lainnya. 

Dengan hal tersebut kehidupan kita sebagai manusia sangat dipermudah sehingga kita tidak perlu repot dan lebih menghemat waktu, apa yang tidak mungkin dilakukan pada wkatu dulu sekarang di era revolusi 4.0 sangat mungkin untuk dilakukan. Contohnya seperti dulu tidak mungkin dua orang yang berbeda negara berbicara secara langsung namun dengan teknologi sekarnag ini hal itu sangat mungkin dilakukan dengan telepon atau video call dan masih banyak lagi contoh lainnya yang lebih canggih.

Seringkali teknologi digital lebih mengerti kita. Ketika kita membuka media sosial yang kita miliki seperti facebook, instagram, twitter atau yang lainnya seringkali kita disajikan di beranda hal-hal yang kita sukai. Ketika kita menyukai hal berbau makanan kita maka teknologi digital yang berupa media sosial akan menyajikan dalam beranda kita informasi, gambar maupun video makanan. 

Hal tersebut dinamakan algoritma digital yakni sederhananya sebuah penyajian data informasi mengenai hal-hal yang sering kita akses di dunia digital. Informasi algoritma digital tersebut disimpan dalam cloud computing atau analitik data besar yang disebut Big Data, sehingga kita tidak perlu heran ketika informasi yang muncul dalam beranda adalah hal-hal yang sering kita akses atau yang kita sukai.

Pentingnya literasi digital dalam era rovolusi industri 4.0, generasi imigrasi digital (generasi X), generasi warga digital (generasi Y atau Z) dan generasi alpha adalah warga yang menggunakan teknologi digital dalam kehidupannya, untuk itu penting sekali adanya literasi digital atau melek digital. Literasi digital sangat penting karena itu adalah sebuah upaya untuk mencegah penggunaan teknologi digital yang negatif seperti penyebaran hoax dan ciber crime juga upaya untuk penggunaan teknologi digital yang sebagaimana mestinya. 

Upaya literasi digital diantaranya memilah informasi yang diterima dari media sosial jangan langsung disebarkan, cermati dahulu dengan melihat sumbernya apakah dapat dipercaya atau tidak dan jika terindikasi hoax bisa dilaporkan ke situs masyarakat anti fitnah indonesia (mafindo) yang selanjutnya akan diidentifikasi apakah informasi tersebut hoax atau fakta. 

Penggunaan gawai dengan seperlunya saja dan lakukan aktifitas lain yang lebih bermanfaat seperti berolahraga atau membaca buku, itulah contoh beberapa upaya literasi digital yang dapat dilakukan.
Kendali itu ada di tanganmu. Apa yang kamu baca, lihat dan sebarkan di media sosial itu benar-benar ada pada kendali dirimu sendiri dan dengan kesadaran dirimu sendiri. Bagaimana kita menggunakan teknologi digital itu disadari penuh oleh diri kita sendiri, maka dalam memilah informasi maupun menyebarkannya dalam media seosial adalah kehendak kita sendiri, kitalah yang memilihnya sendiri hal tersebut. 

Di era revolusi industri 4.0 yang sedang kita alami saat ini tentu saja kita tidak bisa menghindar dari adnaya teknologi dan penggunaan teknologi digital. Dengan literasi digital diharapkan kita lebih bijak dalam menggunakan gawai dan teknologi digital, agar dengan adanya teknologi digital ini kita dapat merasakan manfaatnya yang besar dengan meminimalisir dampak negatif dari teknologi digital.***

Artikel lainnya:

Dampak Game Online Terhadap Pendidikan

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Kendali Itu di Tangan Kita Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan