728x90 AdSpace

Update
10 Mei 2020

Sisa Ramadhan, Perbaiki Akhlak dan Tingkatkan Amalan

oleh : Coach Ari (Trainer Amco / Leadership Trainer / Kepala Bagian Pembinaan Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam / Konsultan Permasalahan Pelajar dan Pemuda / Trainer Muda Kuningan / Mahasiswa Semester Akhir Pasca Sarjana Uniku Prodi Magister Manajemen / Instruktur Senam Kebugaran / Penulis Buku “Kembali Kepada Fitrah” ) 

Suatu hari, ada seorang murid yang merasa hari-hari di bulan Ramadhan yang dia jalaninya merasa sama dengan bulan-bulan sebelumnya. 

Maka, murid itupun memberanikan diri untuk bertanya kepada gurunya;
"Guru, mengapa aku tidak bisa bersemangat padahal ini adalah bulan Ramadhan?" Tanya seorang murid.
Gurunya lalu tersenyum dan bertanya balik, "Apakah engkau bersemangat di bulan Sya'ban?"
"Tidak,"
"Apakah engkau bersemangat di bulan Rajab?"
"Juga tidak,"
"Kalau begitu, engkau juga tidak akan bersemangat di bulan Ramadhan. Ketahuilah kesalahan bukan pada bulan ini, namun pada dirimu. Jika akhlakmu masih seperti ini, maka bulan apapun sama saja bagimu."
Si murid tertunduk sedih. 

Memang betul apa yang dikatakan gurunya tersebut. Banyak orang menunggu bulan Ramadhan untuk perbanyak amal, ternyata setelah mereka bertemu, amalannya sama saja.

Persis seperti yang saya alami ketika ada seorang santri yang ketika kelas 8 memutuskan untuk pindah sekolah, ternyata tidak membuat dia nyaman di sekolah barunya. Benar, hanya bertahan satu bulan santri tersebut pun minta pindah sekolah kembali. Sampai kelas 9, hampir 5 sekolah dia pindah.

Atau seperti teman saya yang berpindah-pindah kantor karena tidak cocok dengan iklim kerja di tempat-tempat sebelumnya. Namun sudah beberapa kantor pun tetap saja tak ada yang cocok dengan dirinya.

Jika kita cermati, kesalahan bukan pada sekolah atau kantornya, namun pada dirinya sendiri. Jika pribadi seseorang masih seperti itu, maka sekolah atau kantor manapun sama saja baginya.

"Tapi kau tak perlu khawatir, karena akhlak manusia bisa berubah." Sang guru lantas mengejutkan murid yang sedang termenung itu. 

"Dahulu Al-Imam Ghazali pernah berkata bahwa seandainya akhlak itu tak bisa diubah, maka seluruh nasihat dan pelajaran selama ini adalah hal yang tidak ada gunanya!" 

Tepatlah kiranya apa yang disampaikan Hujjatul Islam tersebut, bahwa selama belasan abad ini, untuk apakah nasihat dan pelajaran disampaikan kalau bukan untuk mengubah akhlak manusia menjadi semakin baik? Ini artinya, akhlak memang bisa berubah. Amalan bisa ditingkatkan.

Hal itulah yang dimaksud oleh hadist Rasulullah dalam kitab Ihya Ulumuddin, 
“Perbaguslah akhlak kalian."

Adanya perintah dari Rasulullah, menunjukkan bahwa akhlak memang bisa berubah menjadi lebih bagus. Seandainya tidak, lalu buat apa Rasulullah memerintahkan hal yang tidak mungkin terjadi. 

Maka tidak perlu bersedih jika selama setengah perjalanan Ramadhan belum merasakan kenikmatan. Karena kita bisa mengubahnya selama kita mau. Mulailah akrab dengan Al-Quran. Mulailah melawan ajakan nafsu untuk bersantai-santai. Mulailah kalahkan kantuk di sepertiga malam untuk tahajud. 

Jadikan sisa Ramadhan sebagai momentum kita berubah! Karena akhlak manusia memang bisa diubah. Selama kita mau. Jangan tunda, Ramadhan yang tersisa harus kita optimalkan untuk mendapatkan keridhoan Sang Pencipta.

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Sisa Ramadhan, Perbaiki Akhlak dan Tingkatkan Amalan Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan