728x90 AdSpace

Update
17 Agustus 2020

Sepak Bola Tarkam Bukan Hanya Sekedar Kompetisi Pinggiran

oleh: Fiki Priyatna

(Mengeja & Menulis Sepakbola)


Pernah mendengar kata tarkam? Ya, pasti nya kalian pernah dengar. Kompetisi antar kampung atau biasa disebut juga dengan tarkam. Merupakan sebuah perkataan yang pasti sering terdengar, terlebih buat para pencinta sepak bola. 


Meskipun anda bukan pecinta sepak bola pasti anda pernah mendengar kata tersebut dalam kehidupan sehari-hari, entah itu dilingkup rumah, desa atau pun tongkrongan. Istilah tarkam sendiri merupakan istilah yang merujuk pada sebuah kegiatan kompetisi olah raga yang biasa diselenggarakan dalam lingkup daerah tingkat Kecamatan hingga tingkat RT. 


Kompetisi ini umumnya mulai banyak diselenggarakan menjelang hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Agar perayaan hari ulang tahun kemerdekaan semakin semarak maka masyarakat membuat kompetisi tarkam sebagai ritual tahunan yang tidak boleh terlewatkan. Walaupun kadang, tarkam juga muncul pada event-event tertentu.


Tarkam sebagai kompetisi tahunan pasti selalu dinanti, kerena ditengah keras nya kehidupan, tarkam dapat menjelma menjadi sebuah hiburan bagi masyarakat luas khususnya kelas bawah. Layaknya sebuah kompetisi, tarkam pasti memiliki peserta. 


Para peserta tarkam biasanya terdiri dari perwakilan tiap-tiap daerah yang berada dalam satu teritori dimana tarkam diselenggarakan. Karena penyelenggaraannya yang bersifat tahunan, pasti tidak ada daerah yang tidak ikut berpartisipasi. Setiap daerah, entah itu dalam lingkup RT, RW, atau Desa sebisa mungkin mngirimkan perwakilan untuk mengikuti kompetisi ini. 


Selain sebagai ajang menyemarakan hari ulang tahun kemerdekaan, terkadang tarkam dijadikan sebagai ajang unjuk kebolehan antar daerah yang satu dengan daerah lainnya. Mereka semua saling berlomba untuk mengalahkan daerah lain agar mampu menjadi yang terbaik disetiap perhelatan.


Sebagai perhelatan yang cukup populer, penyelenggaraan tarkam sendiri tidak hanya dilakukan di dearah-daerah tertentu, melainkan hampir disetiap daerah di Indonesia pasti menyelenggarakan tarkam. Penyelenggaraan tarkam yang paling menyedot perhatian tentu saja sepak bola. Meskipun banyak olah raga lain yang diselenggarakan, tetap saja, sepak bola lah primadonanya. 


Sepak bola tarkam tidak kalah menghibur jika dibandingkan dengan liga-liga top eropa dan/atau pun liga Indonesia. Setiap pertandingan tarkam digelar pasti puluhan bahkan ratusan pasang mata hadir menyaksikan pertandingan tersebut. Ada banyak hal yang membuat tarkam tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi para penikmatnya.


Salah satu hal yang membuat tarkam masih tetap memiliki daya tarik bagi para penikmatnya adalah biaya. Bagi orang-orang yang sering datang untuk menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung di stadion, mereka diwajibkan memiliki uang kurang lebih tiga puluh ribu rupiah agar dapat menyaksikan sebuah pertandingan.


 Sedangkan, bagi mereka penikmat sepak bola tarkam hanya dengan bermodal uang tidak lebih dari sepuluh ribu atau bahkan gratis, mereka telah mampu menikmati operan-operan cantik dan tackle-tackle keras yang diperagakan oleh para pemain di lapangan hijau. Perbedaan biayanya cukup mencolok padahal pertandingan yang dilihat tetap lah sama yaitu sepak bola.


Walaupun biaya menonton terbilang murah bukan berarti pertandingan yang disuguhkan pun murahan atau tidak menarik untuk dipandang. Hanya bermodal uang tidak lebih dari sepuluh ribu kadang kita dapat melihat pemain-pemain top liga Indonesia bermain dalam tarkam. 


Bukan sebuah rahasia umum jika banyak pemain-pemain top liga Indonesia ikut bermain. Salah satu contoh yang masih segar adalah mantan kapten timnas U-19 Indonesia saat itu. Seorang pemain yang berperan sebagai jendral lapangan tengah dengan gaya permainan yang sudah tidak usah diragukan lagi. 


Selain gaya permainan yang sudah diakui oleh masyarakat Indonesia, permainan sang kapten juga cukup diakui dikancah internasional. Karena kepiawaian nya mengolah si kulit bundar, ia sampai mendapat kesempatan untuk trial dan menimba ilmu di Negara yang kini Messi dan Cristiano Ronaldo sedang bermain. 


Dari sekian banyak klue yang telah diberikan pasti kalian telah dapat menebaknya kan?, ya, pemain tersebut bernama Evan Dimas. Sebelum resmi berseragam klub Selangor saat itu, ia ikut bermain tarkam di dearah sekitaran rumah nya. Melihat permainan Evan Dimas dilayar kaca sudah barang tentu menarik perhatian, lantas kini anda bisa melihat nya secara langsung dengan jarak tak lebih dari satu meter. Tentu anda semua dapat membayangkan bagaimana sebuah pertandingan tarkam yang didalam nya Evan Dimas ikut bermain. Saya yakin pasti pertandingan itu sangat menarik.


Selain karena hiburan murah nan menarik, hal yang membuat animo penonton membludak adalah adanya sebuah gengsi kedaerahan. Tidak hanya di pertandingan-pertandingan liga, tarkam juga memiliki gengsi kedaerahan. Gengsi yang muncul oleh sebab identitas keadaerahan pasti dapat menjadi sebuah magnet tersendiri bagi setiap penikmat sepak bola. 


Seperti derby-derby panas dibelahan dunia mana pun entah itu AS Roma vs Lazio, Celtic vs Rangers, River Plate vs Boca Juniors. Ketika sebuah pertandingan membawa identitas entah itu daerah, agama, strata sosial atau pun lainya.


Dapat dipastikan orang-orang yang merasa memiliki identitas sama pasti akan berbondong-bondong untuk datang menyaksikan pertandingan tersebut. Mereka semua datang untuk melihat kesebelasan nya menang, oleh karena itu, kita tidak perlu heran jika dalam pertandingan tarkam terjadi sebuah gesekan yang berujung pada sebuah keributan. Tensi panas yang tidak dapat dielakan pasti akan menimbulkan hal-hal yang kadang tidak diinginkan.


Tarkam memang sepak bola non professional, akan tetapi kenikmatan menyaksikannya tidak kalah dengan liga professional. Dari sedikit penjelasan disatas saya pikir tarkam mampu menjadi sebuah hiburan alternatif ketika kondisi adaptasi kebiasaan baru ini. Menjadikan tarkam sebagai hiburan utama pun sah-sah saja, ditengah sepak bola industry yang kian tidak memikirkan penonton dalam hal harga tiket masuk. Hanya dengan nominal uang sedikit anda dapat menyaksikan pemain-pemain kelas satu Indonesia dalam derby panas daerah dekat anda tinggal. Sehingga jangan pernah berpikir bahwa sepak bola tarkam adalah sepak bola pinggiran yang kurang pantas untuk dilihat.***


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Sepak Bola Tarkam Bukan Hanya Sekedar Kompetisi Pinggiran Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan