728x90 AdSpace

Update
1 Desember 2020

Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

oleh Reta Siti Utami, S.Pd.

Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup dan merupakan modal besar dalam menghadapi persaingan di masyarakat. Sekolah merupakan lembaga pendidikan  yang menjadi salah satu faktor penentu tercapai tidaknya tujuan pendidikan di Indonesia. Faktor dari dalam individu siswa juga sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar, seperti minat siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Menumbuhkan minat belajar siswa merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan belajar mengajar. Guru dituntut untuk dapat melakukan usaha-usaha dalam menumbuhkan dan membangkitkan minat belajar siswanya dalam pembelajaran. Seorang guru tidak hanya cukup menyampaikan materi pelajaran semata, akan tetapi guru juga harus bisa menciptakan suasana belajar yang baik dan menyenangkan. 

Masa pandemi mengakibatkan proses pembelajaran dilakukan sejacara jarak jauh. Pelaksanaan pembelajaran seperti ini menyebabkan siswa dan guru tidak dapat melakukan pembelajaran secara tatap muka mengharuskan siswa belajar secara mandiri dengan penugasan melalui Google Classroom, moodle, WA maupun aplikasi lainnya. Berdasaarkan hasil pengamatan melalui tanya jawab dengan siswa SMA Negeri 1 Garawangi kendala yang dialami oleh mereka adalah kurang memahami materi pelajaran. Mereka terbiasa mendapat penjelasan dari guru dan belum terbiasa untuk belajar secara mandiri. Tidak sedikit siswa mengeluh karena banyaknya tugas yang diberikan. Mulai dari merangkum, portofolio, produk,  dan lain-lain. Sedangkan pemahaman materi pelajaran mereka masih kurang. Pada akhirnya menghambat pada penugasan yang telah diberikan. Tidak jarang tugas yang diserahkan dalam google clasroom tidak tuntas karena banyak siswa yang tidak mengumpulkan.

Untuk menyiasati kurangnya pemahaman dan berkurangnya minat siswa dalam pelajaran sejarah. Di  kelas X MIPA 1 dan 2 diberikan  pemahaman pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran melalui Zoommeet yang dilakukan satu kali dalam satu bulan. Meski tidak semua siswa mengikuti pembelajaran karena terkendala teknis seperti jaringan, kuota, dan sarana yang kurang mendukung lainnya. Setidaknya mereka lebih memahami materi pembelajaran yang disampaikan. 

Tindakan yang dapat dilakukan untuk menarik minat belajar siswa adalah dengan memanfaatkan media social dalam pengumpulan tugas seperti pembuatan infografis yang  diupload ke instagram (untuk melihat beberapa tugas siswa bisa di lihat pada laman instagram https://www.instagram.com/smagar_tugassejarah/tagged/?hl=id). Hal ini, dianggap cukup efektif karena selama pandemic, siswa tidak lepas dari gawai dalam kesehariannya. Update status, ceki nformasi yang sedang viral, bermain video melalui aplikasi tik-tok hingga main games.

Hasilnya dalam penugasan tersebut siswa lebih banyak yang mengumpulkan tugas.  Tak jarang kemampuan kreatifitas mereka nampak dalam tugas infografis yang diberikan. Mereka mampu membuat design yang baik, informasi  singkat, dan dilengkapi gambar sehingga nyaman untuk dibaca.

Penugasan Infografis

 

  












Bosan dengan tugas dalam bentuk soal uraian, siswa diberikan tugas dengan teknik games, seperti TTS berhadiah pulsa sebagai bentuk reward atas keikutsertaan siswa. Tugas tersebut guru kirim melalui Google Classroom dengan soal beserta aturan permainan. Menurut Erlinna (2011) mengisi teka-teki silang atau biasa disebut dengan TTS memang sungguh sangat mengasyikan, selain juga berguna untuk mengingat kosakata yang populer, selain itu juga berguna untuk pengetahuan kita yang bersifat umum dengan cara santai. Adapun aturan dalam permainan TTS, siswa mengupload jawaban TTS ke  Instagram dengan tag @smgar_tugassejarah dengan mention nama dan kelas. TTS yang diupload dengan cepat dan jawaban yang tepat akan mendapatkan reward.

 

 









 





Masa pandemi menuntut guru melakukan berbagai inovasi pembelajaran. Hal ini dilakukan karena   pembelajaran daring melalui aplikasi membuat siswa kurang memahami pelajaran dan jenuh dengan penugasan. Ketersediaan media sosial memberikan peran yang cukup baik untuk dunia pendidikan, misalnya dengan penugasan yang dipublikasikan dalam media sosial instagram. Media sosial ini lazim digunakan masyarakat terutama remaja dalam media pencarian informasi maupun publikasi. Besar harapan penulis,  meski kelak pandemi ini berakhir. Penugasan siswa bisa tetap di buat sekreatif siswa dan dapat dipublikasikan sebagai bentuk penghargaan terhadap karya mereka meski diekspresikan melaui media sosial. (Guru Sejarah SMAN 1 Garawangi)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan