Menyambut Cahaya 09: Sadarlah hai diri

 sebelumnya: Menyambut Cahaya (08) Dambaan Hati



Eli Solihati

Pengajar SDIT Riyadlul Huda - Kuningan


Para Nabi beribadah luar biasa dan mereka ma'sum terjaga dari dosa, para malaikat yang tercipta hanya mengabdi dan tanpa pernah berdosa, para wali senantiasa ber urai air mata dalam sujud ketaatan nya, para Ulama yang mengabdi dengan sepenuh jiwa....

Semua dari mereka mulia...menghaturkan hadiah intan mutiara tiada bandingan nya kepada Alloh yang Maha Raja....

Lalu siapa diri ini ? Hanya seorang kumuh lusuh tiada arti, datang dengan penuh kehinaan ke hadirat yang maha Rohman....

Datang hanya menghaturkan hadiah alakadarnya, bahkan tiada nilainya...jikapun sang Maha Rohman menerima hadiah yang di bawa, itu bukan karena layak di terima....hanyalah rasa iba dan kasih dariNya....

Pantaskah ada rasa diri ini berarti?...

Layakkah merasa bahwa kita berharga?...

Kita bukan siapa2 jikapun Alloh menyayangi itu bukan karena layak....tapi Anugrah Karunia nya yang berlimpah kepada hamba yang di pilihNya....

(Minhajul Abidin, Imam Al Ghozali )


Tidak ada yang mustahil walau sulit, bahkan di masa yang sulit menutup telinga dari bising dunia, sulit menjaga hati dari ujub dan riya.

Siapakah diri ini?

Apakah seorang sahabat yang menjaga persahabatan karena Alloh. 

Ataukah seorang Ibu yang mengabdikan diri dan hati untuk keluarganya karena Alloh...

Atau bahkan hanya seorang pendosa yang belajar menghiba memohon KasihNya, belajar berbuat baik sekuatnya, belajar Ikhas dalam sakitnya...

"Belajar menutup mata dari hal yang tidak ingin di lihat, tapi sulit menutup hati untuk tidak merasakan dari hal yang tidak ingin di rasakan."


Sesungguhnya dalam tiap musibah dan taqdir Alloh ada seni dan pelajaran. Belajar mencari pahala, berkawan kesabaran, berdzikir dan menunggu kelembutan Kasih Alloh.

"Sesungguhnya yang membuatmu bersedih atas man'un (hal yang tidak Alloh berikan,atau musibah yang datang) adalah karena engkau tidak faham adanya Alloh di balik musibah itu."

( Syaikh Ibnu Athoillah)


Semua muhasabah ini pantaslah jika kita sering mengingatnya. Untuk menghentikan rasa sombong dalam dada, menyingkirkan ke angkuhan dalam rasa. Lalu menghambakan diri sepenuhnya berharap pertolongan Nya.

والله اعلم....

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menyambut Cahaya 09: Sadarlah hai diri"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.