Menyambut Cahaya (08) Dambaan Hati

sebelumnya: Menyambut Cahaya (07): "Jangan berpaling"



Eli Solihati

Pengajar SDIT Riyadlul Huda - Kuningan


Tenang dan bahagia, tentram dan sejahtera, itu pasti jadi hal2 yang sangat di dambakan siapa saja. Salah satu yang bisa menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan dalam bayangan banyak orang adalah tercapainya semua keinginan dan tercukupi segala kebutuhan. Tentu hal ini tidak di pungkiri bisa jadi memang itulah satu dari sebab kebahagiaan. Namun hal ini bukanlah kepastian yang tidak terbantahkan, karena sesungguhnya tenang dan bahagia itu rasa yang di dapat sementara, tidak permanen. Dan ukuran bahagia manusia pasti berbeda, dan sering berubah pula. Karena keadaan dan capaian masing2 akan berbeda satu dan lainnya.

Telah berkata Ja'far Asshodiq rodiallohu anhu...


من طلب ما لم يخلق اتعب نفسه ولم يرزق

"Barang siapa mencari hal yang tidak di ciptakan, maka dia telah menyulitkan diri dan tidak akan di berikan."


Dari keterangan ini jelas bahwa ketenangan dan kebahagiaan sesungguhnya tidak di ciptakan di Dunia, maka adalah hal menyulitkan jika terus mencarinya.

Menurut Hadis Rosululloh, bahwa yang akan menjadi pembawa tenang dan bahagia adalah amal sholih dan kebaikan, namun tidak akan tenang dan bahagia jika melakukan keburukan dan dosa. 

Tentu sesungguhnya hal ini bisa di buktikan dan di rasakan siapa saja, penting memang untuk memulai hal yang baik itu secara bertahap dan    memulai dari hal2 yang mudah. Karena sesungguhnya tidak akan ada dampak besar yang berhasil di hasilkan, tanpa memulai dari hal kecil yang di lakukan. Bagi yang sudah terbiasa melakukan hal baik pasti ada ketenangan dalam hati.  

Menurut para Ulama " Melakukan Ibadah itu, malas ketika memulai, ingin lekas selesai ketika pelaksanaan, namun ada rasa bahagia tatkala selesai di lakukan", dari keterangan ini jelas sekali bahwa hal baik, amal baik,  Ibadah itu salah satu penyebab rasa tenang dan bahagia lebih tepatnya ketentraman yang di dapat itu pasti.

Sebaliknya jika telah melakukan hal buruk atau dosa, pasti ada kegelisahan dalam hati, ketakutan dan tentu akan sangat mengganggu ketenangan manusia itu sendiri, ahirnya yaitu tidak akan ada rasa tentram apalagi bahagia. Setitik hitam dosa yang di lakukan terus menerus akan menutup hati dan menghilangkan cahayanya, lebih bahaya lagi membuat hati menjadi mati, naudzubillah...

Semoga  senantiasa mendapat pertolongan dalam melaksanakan ketaatan.

 والله اعلم

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menyambut Cahaya (08) Dambaan Hati"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.