Menyambut Cahaya 10: My beloved Muhammad

 


sebelumnya: Menyambut Cahaya 09: Sadarlah hai diri

Eli Solihati

Pengajar SDIT Riyadlul Huda - Kuningan


مذا اقول بمدح من تهى البيان بوصفه....يفنى الزمان يفنى البيان...وفيهما لم يصفّى....


"Apa yang harus ku katakan, untuk memujimu

Sulit menggambarkan Indahnya sifatmu

Habislah zaman, habislah kata kata

Namun tak jua dapat ku gambarkan...."


Agung dan mulia sifat Rosululloh sebagai teladan, di puji sang pemilik langit dan bumi, dalam al Qur'an.( Qs,al Ahzab;21)

Bahkan Alloh SWT, dan para malaikat bersholawat (Qs,al Ahzab;56).

Menandakan segala kebaikan dan kemuliaan tiada cela. 

MasyaaAlloh, bangga dan bahagia menjadi salah satu dari umatnya, Anugrah tiada terhingga.

Namun segala kebanggaan hanya akan sebatas kata, jika tidak bisa menghasilkan karya, begitu yang di sampaikan Guruku. 

Pembuktian kebanggaan, akan terlihat dengan memahami segala yang di ajarkan baginda Nabi. Tak hanya memahami tapi juga lalu melaksanakan dan berupaya terus menambah pemahaman, menambah Ilmu dan mengamalkan. Menjadikannya habit dalam kehidupan, membuatnya melekat menjadi jati diri pecinta sejati Rosululloh.

Tetap menjalankan peran sebagai manusia biasa, seperti yang Alloh taqdirkan menjadi apapun, tentu tak akan jadi ganjalan atau halangan untuk tetap meneladani Rosululloh.  

Yang harus di lakukan pertama menyadari taqdir Illahi ada di posisi ini, menjalankan sesuai dengan posisi, menyesuaikan kapasitas diri agar tetap di jalur tepat, dan melakukan apa yang di amanahkan sebaik mungkin. Menjadi Guru, jadi pencari Ilmu, jadi Ibu, jadi pelaksana tugas, jadi pelayan, jadi pimpinan, atau jadi big bos....

Semua  bisa berjalan seiring dengan tuntunan Nabi, karena semua adalah para pecinta Baginda.

Yang sulit dan jadi halangan? ...Pastilah ada, bahkan mungkin banyak. Karena hal baik apapun tidak akan berjalan mulus seperti keinginan hati. Hal yang di lakukan dengan susah payah dan penuh rintangan maka akan mendapatkan hasil baik yang membanggakan.

"Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras yang melelahkan" (kata motivator).

Yang paling penting tentu kekuatan Hati dan ketabahan yang di perlukan, dan hal ini tidak bisa di dapatkan secara instan, ada proses yang di jalani demi mempunyai ketabahan atas rintangan dan tantangan, dengan pemberian terbaik yang Alloh berikan, warisan dari Nabi yang tiada terhingga yaitu Ilmu. Karena sesungguhnya Ilmu itu adalah sebaik baik anugrah.

والله اعلم....

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menyambut Cahaya 10: My beloved Muhammad"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.