Hot News
19 Mei 2024

Marak Kriminalitas Anak, Salah Siapa?



Oleh Susi

Aktivis Muslimah 



Allah Swt. berfirman dalam Qur'an surat Yusuf(12) ayat (67).

وَقَالَ يٰبَنِيَّ لَا تَدْخُلُوْا مِنْۢ بَابٍ وَّاحِدٍ وَّادْخُلُوْا مِنْ اَبْوَابٍ مُّتَفَرِّقَةٍۗ وَمَآ اُغْنِيْ عَنْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ مِنْ شَيْءٍۗ اِنِ الْحُكْمُ اِلَّا لِلّٰهِ ۗعَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُوْنَ

Artinya : "Ia (Yaqub) berkata "Wahai anak- anakku janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda-beda (namun) aku tidak dapat mencegah takdir Allah dari kamu sedikit pun (penetapan) hukum itu hanyalah hak Allah. Kepadanyalah aku bertawakal dan hendaklah kepadanya (saja) orang-orang yang bertawakal (meningkatkan) tawakal (nya)."


Ayat ini menggambarkan wasiat orangtua kepada anak-anaknya untuk menempuh jalan hidup yang benar dan jangan sampai terperosok kejurang keburukan.


Karena sangatlah miris dimana anak-anak kita saat ini hidup sangat jauh dari kondisi yang jauh dari kata ideal dari penjagaan keamanan. Seperti kejadian yang membuat hati kita miris yang menimpa anak laki-laki yang berinisial " MA" (6 thn) asal Sukabumi yang menjadi korban pembunuhan sekaligus menjadi korban kekerasan seksual sodomi, yang mana pelakunya adalah seorang pelajar SMP (13 Thn). Sukabumiku.id (2/5 2024)


Sudah sangat rusakkah generasi saat ini?

Dimanakah peran keluarga dan negara dalam menjaga generasi saat ini?


Potret buram ini, terjadi bukan saja karena sikap anak-anak zaman sekarang yang sulit di atur dan mengikuti aturan, tetapi juga karena arus yang sangat besar dari arus globalisasi budaya yang sangat besar, informasi dan teknologi digitalisasi yang juga memiliki andil besar dalam mewarnai sikap dan prilaku anak.


Terlebih pesatnya transformasi digital yang tidak diimbangi dengan literasi digital, apalagi saat ini digitalisasi banyak diarahkan untuk meraih keuntungan yang lebih besar, berbagai konten pun bebas berkeliaran tidak lagi memikirkan dampak dari konten tersebut terhadap anak 


Selain itu, ada faktor internal keluarga yang menjadikan anak berperilaku seperti itu diantaranya yang pertama kesibukan orang tua dalam bekerja, ini terjadi karena tingginya biaya hidup sehingga orangtua harus ekstra dalam mencari nafkah, tidak ketinggalan para ibu juga ikut bekerja untuk menambah keuangan keluarga. Ini semua menjadikan berkurangnya bahkan tidak ada sama sekali pengawasan kepada anak. Kedua Keluarga Broken home. Ini biasanya terjadi kepada anak yang kedua orang tuanya memilih untuk bercerai. Mereka cenderung berulah dan bertingkah untuk menarik perhatian kedua orangtuanya yang telah berpisah, biasanya anak-anak dalam kondisi ini sangat haus kasih sayang kedua orang tuanya.

Ketiga, kurangnya kesadaran orangtua dalam pendidikan. Orangtua yang minim Ilmu dalam mendidik anak kurang paham dalam mengarahkan anak dan kurang paham seputar pola asuh anak yang benar.


Pendidikan keluarga memang memiliki peran vital dalam melahirkan generasi berkualitas terlebih penerapan sistem kapitalis memberikan dampak dan  pengaruh bagi berjalannya pendidikan saat ini. Secara tidak langsung sistem ini menjadikan sebuah keluarga hanya fokus memenuhi materi semata. Kebutuhan anak terpenuhi pemahaman Ilmu agamanya minim dan ujungnya anak mudah terpengaruh hal negatif disekitarnya karena tidak adanya pegangan hidup (Islam) yang menjadi perisai mereka.


Lalu bagaimana cara Islam dalam menyelesaikan perkara ini ?


Generasi Emas tidak akan lahir dari pendidikan yang orientasinya duniawi semata, apalagi yang terlibat perbuatan kriminal. Generasi emas hanya akan lahir dalam sistem pendidikan yang bervisi membentuk kepribadian mulia. Sistem yang bisa menjadikan generasi semacam ini hanyalah sistem pendidikan berbasis Islam dan ini yang menjadikan sistem Islam menghasilakan output yang sukses dunia dan akhirat. Hal-hal yang menjadikan kesuksesan tersebut diantaranya adalah :


Pertama sistem pendidikan Islam berbasis akidah Islam yang diselenggarakan oleh negara dan menjadi kurikulum inti di sekolah-sekolah. Tujuannya adalah membentuk generasi yang memiliki pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan Islam. Negara wajib menjadikan pendidikan sebagai  layanan gratis yang nantinya dapat dinikmati oleh seluruh anak di pelosok Negeri.

Kedua, menerapkan sistem sosial dan pergaulan Islam diantaranya adalah:

a. Kewajiban menutup aurat dan berhijab syar'i.

b. Larangan berzina, berkhalwat (berduaan dengan non mahram) dan ikhtilat (campur baur laki-laki dan perempuan yang bukan mahram).

c. Larangan untuk mengekploitasi perempuan dengan memamerkan keindahan dan kecantikan saat bekerja.

d. Larangan melakukan safar (perjalanan) lebih dari sehari semalam tanpa disertai oleh mahramnya.


Ketiga, adanya kerja keras dari lembaga media dan informasi dengan menyaring konten yang tidak mendukung bagi perkembangan generasi, contohnya konten porno, film yang berbau sekuler liberal, konten yang menyeru kemaksiatan dan perbuatan apa saja yang mengarah pada pelanggaran syariat Islam.


Solusi permasalahan anak ini harus segera direalisasikan supaya permasalahan yang menimpa anak ini tuntas dan tidak berulang. Dan ini hanya akan terwujud ketika diterapkannya sistem Islam secara kaffah.


Wallahu alam bishshawab


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Marak Kriminalitas Anak, Salah Siapa? Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan