728x90 AdSpace

Update
4 Agustus 2016

Kabupaten Pendidikan, Miliki Pusat Latihan Ikan Lele

SuaraKuningan.com - Nganggur setelah jadi sarjana? atau ingin mengisi waktu luang sambil berbisnis? Atau mencari biaya untuk kuliah?

Salah satu solusi yang masih terbuka lebar untuk berikhtiar adalah budidaya ikan lele. Dengan penjualan perkilo Rp. 20.000,- kebutuhan pasar sebanyak 1 ton bisa anda kalkulasi prakiraan hasilnya.

"Kunci pertama usaha adalah ilmunya harus tepat, karena tanpa ilmu kita hanya mendapatkan lelah saja dalam usahan dibidang apapun. Dalam budidaya ikan lele, banyak yang mengeluhkan kerugian. Belum lagi kekhawatiran modal dan sulitnya mencari benih berkualitas. Kami di UPR (Unit Pembenihan Rakyat) siap melatih siapapun yang akan menggeluti budidaya ikan lele. Untuk modal, sebenarnya banyak program-program kementrian, Dinas Propinsi maupun Kabupaten. Tinggal mengkomunikasikan saja," papar Lukman Mulyadi pemilik UPR Amparan Anyar Pusat Benih Lele Bersertifikat di Kuningan.

Ketua UPR Jawa Barat ini menggambarkan masih besarnya pasar ikan lele untuk di Jawa Barat. Dirinya mengaku memulai bisnis ini dengan 3 kolam saja dengan modal Rp. 3.750.000,-

Tak miliki gelar sarjana tak menghentikan hasrat lelaki ini untuk belajar mengkalkulasi permodalan, biaya operasional. Juga tak lepas berkonsultasi pada Distanakan Kuningan serta sharing ilmu dengan berbagai pihak di Jawa Barat.

Kerugian sangat besar pernah dideritanya. Namun ini bukan menjadikannya kapok, malah terpacu untuk merekam jejak / telusur kasus penyebab kerugian tersebut dari aspek pemeliharaan. Walhasil, UPR miliknya kini kerap dikunjungi tamu dari Jakarta, Jawa Barat dan Dinas Kuningan serta masyarakat untuk belajar dan melihat budidayanya.

"Kegagalan budidaya umumnya karena dilakukan asal-asalan, misalnya saja pembelian benih, tidak yang memiliki Surat Keterangan Asal (SKA) Benih. Standar ini dikeluarkan oleh kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Lalu pelaku budidaya tidak mengoptimalkan penggunaan instrumen-instrumen yang sederhana dalam memantau perkembangan budidaya. Banyak petani lele yang tidak tahu kapan menetaskan, kapan mendederkan, berapa penggunaan pakan, dan lain sebagainya," ujarnya.

"Instrumen-instrumen dan alat ukur mutu air dan sebagainya ini sebenarnya sudah menjadi bagian kegiatan dalam upaya menjamin keuntungan budidaya. Keinginan yang Kuat harus menjadi modal terbesar dan utama dalam merecanakan bisnis apapun. Sehingga akan membantu menjaga semangat dan keseriusan dalam ikhtiar," tambahnya.

"Healthy dan Hygiene jadi kunci kesehatan perkembangan ternak. Tidak bisa asal kasih pakan, bahkan menimbulkan penyakit yang langsung memberikan dampak merugikan bagi pebudidaya," pungkasnya.(Dan)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Kabupaten Pendidikan, Miliki Pusat Latihan Ikan Lele Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan