728x90 AdSpace

Update
26 Februari 2017

Pakan Domba Modern ala Dompas Farm

Ekspedisi Potensi Agropolitan Pasiragung (Bagian 2 - Habis)

Suarakuningan.com, Hantara- Perjalanan Mang Sukun di Kandang Domba yang serupa dengan Villa di Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, tidak hanya menunjukkan adanya potensi menggiurkan lahan dan hewan ternak yang ada di Kabupaten Kuningan. Tetapi, juga turut membuka mata kita akan banyak hal baru yang berhubungan dengan dunia peternakan, yang salah satunya adalah berkenaan dengan masalah pakan ternak.

Selama ini, para peternak di banyak tempat di Kuningan memberi supply hewan-hewan ternak mereka dengan cara yang tradisional.

Para pemilik hewan yang banyak dipelihara untuk kepentingan konsumsi manusia itu biasanya mulai mencari pakan dengan pergi ke tempat-tempat yang banyak ditumbuhi rerumputan, lalu mereka memakai perkakas tajam seperti arit (celurit) untuk memotong rumput-rumput yang ada dan mengumpulkan daun-daun hijau itu ke dalam sebuah wadah tertentu. Setelah terkumpul dan dibawa ke tempat atau kandang ternaknya, rumput itu langsung diberikan kepada hewan-hewan ternak yang ada untuk dikonsumsi secara langsung.

Metode pemenuhan pakan ternak yang demikian itu, ternyata tidak seefisien yang dapat kita pikirkan. Selain karena masalah durasi waktu yang dipakai untuk ngarit memakan waktu yang tidak sedikit, metode ini juga mengesampingkan masalah kualitas karena para peternak umumnya langsung mengambil hampir semua rerumputan yang ada, baik itu yang berusia muda ataupun tua, tanpa banyak tanda tanya.

Di Dompas Farm, Pasiragung, ternyata cara tersebut tidak dipakai sama sekali. Kang Suhiman dan Kang Idi Sarhidi, pemilik peternakan domba tersebut, memilih cara lain yang mereka anggap lebih baik, sederhana, dan ekonomis. Metode yang dimaksud adalah dengan cara memfermentasikan rumput dengan cairan kimiawi tertentu.

Pakan fermentasi adalah pakan yang dibuat dan diolah melalui proses amoniasi (peragian atau pemerana). Pakan semacam ini umumnya diperuntukkan ternak ruminansia (sapi, kerbau, dan kambing).

“Pakan fermentasi ini sengaja kami pilih karena memiliki banyak manfaat apabila dibandingkan dengan pakan rumput tradisional,” ujar Kang Suhiman sembari menegak kopi hitamnya.

“Manfaat-manfaat pakan fermentasi itu di antaranya adalah kualitas pakan yang lebih terjaga dan baik untuk pencernaan hewan ternak, memberi peningkatan terhadap produksi susu domba, menghasilkan bobot dan kualitas daging yang lebih bergizi, serta membuat kotoran dan urine tidak terlalu bau,” sambungnya dengan sangat antusias.

Dompas Farm yang kandang dombanya mirip villa ini, memang merupakan salah satu peternakan yang mula-mula menggunakan pakan fermentasi sebagai asupan makanan hewan ternak di wilayah Kuningan. Bersama peternakan lain di daerah Cidahu, Dompas Farm bisa dikatakan sebagai peternakan paling awal di Kuningan yang mengolah, mengembangkan, dan memakai pakan ternak fermentasi.

“Dengan memakai metode fermentasi begini, kita bisa memangkas waktu mencari rumput untuk kegiatan lain yang juga tidak kalah bermanfaat. Yang jelas, pakan ini membuat kegiatan beternak kita lebih efektif dan efisien,” pungkasnya. (Dan & Soeradidjaja).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 komentar:

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Pakan Domba Modern ala Dompas Farm Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan