Iklan Google 728

20 Mei 2019

BEM UNIKU Soroti Anggota KPPS Yang Meninggal Dunia



suarakuningan.com - Pemilihan Umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dan juga untuk memilih anggota perwakilan Rakyat yang nantinya dikatakan sebagai anggota legislatif pada tanggal 17 april 2019 sudah akan memasuki waktu yang ditunggu oleh semua rakyat indonesia, yaitu pada tanggal 22 Mei 2019 akan diumumkan siapakah Presiden dan Wakil Presiden Republik indonesia terpilih yang akan memimpin Negara Indonesia lima tahun ke depan, dan sekaligus memutuskan siapakah anggota legislatif baik ditingkat daerah, provinsi, sampai dengan ke tingkatan paling atas yaitu DPR RI.

Hal lain dari pada akan diumumkannya hasil Pemilu serentak yang lebih penting adalah persoalan yang lebih krusial dipandang perlu untuk dapat disoroti oleh pemerintah dari mulai tingkatan paling tinggi sampai ke tingkatan daerah, yaitu mengenai Meninggalnya lima ratus lebih panitia penyelanggara pemilu di tingkatan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Khususnya di Kabupaten Kuningan tersendiri ada sembilan orang yang meninggal dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Kuningan menyayangkan hal tersebut sampai terjadi, pasalnya belum ada tindak lanjut yang dilakukan secara masif oleh pemerintahan daerah setempat untuk bisa turut andil dalam menggubris hal tersebut.

Ryan Darmansyah Intani Mentri Luar Negri BEM UNIKU mengatakan, persoalan pemilu harusnya menjadi persoalan kita bersama, karena penyelenggaran pemilu itu ada karena kesepakatan yang telah kita buat demi berlangsungnya asas demokrasi rakyat Indonesia, karena dari pada itu jika ada kekurangan didalamnya, pihak pemerintah daerah setempat harusnya tidak tinggal diam menyoroti permasalahan ini, apa lagi permasalahan yang ada ini menyangkut soal nyawa manusia.

“Sampai Saat ini kami BEM UNIKU belum sempat dan belum mendengar bantuan apa yang diberikan oleh pemerintah daerah setempat mengenai sembilan anggota KPPS yang meninggal dalam pelaksanaan pemilu, ini adalah persoalan yang akut yang harus kita soroti bersama – sama, terlebih lagi KPUD Kabupaten Kuningan pun belum ada tindak lanjut yang masif untuk membantu keluarga anggota KPPS yang meninggal. Kenapa hal ini harus kita soroti bersama – sama, karena ini penting menyangkut soal nyawa seserorang, ada anak – anak yang ditinggalkan, ada istri yang menjadi janda, ada saudara – saudara yang ditinggalkan pula, jika pemerintah daerah, dan juga KPUD tidak dapat membantu anggota KPPS yang meninggal apa jadinya pemilu yang akan kita laksanakan lima tahun berikutnya, saya mengira di lima tahun berikutnya masyarakat menjadi ketakutan akan pelaksanaan pemilu dengan asas demokrasi yang kita miliki ini akan menimbulkan trauma yang mendalam ketika ingat dengan kejadian lima tahun sebelumnya” kata Ryan Mentri Luar Negri BEM UNIKU

Naufal Sekretaris Umum BEM UNIKU mengatakan, Harus ada Evaluasi aturan yang mengatur persoalan Pemilu agar kejadian pada pemilu tahun 2019 tidak terulang lagi di lima tahun mendatang.

“kami Badan Eksekutif mahasiswa menuntut segala elemen yang bersangkutan dalam pelaksanaan pemilu agar lebih melek lagi soal meninggalnya sembilan anggota KPPS yang meninggal ini, harus ada evaluasi dan regulasi besar – besaran mengenai aturan yang berlaku, agar kejadian pemilu tahun 2019 tidak dijadikan trauma yang mendalam bagi masyarakat khusnya di kabupaten Kuningan sendiri” Pungkas Naufal.

Fery Rizkianan Tri Putra Presiden Mahasiswa Universitas Kuningan, mengajak seluruh lapisan elemen masyarakat khususnya mahasiswa Universitas Kuningan untuk bisa bersam – sama menyoroti hal yang sedang terjadi tersebut.

“jangan hanya menunggu tanggal 22 Mei nanti lantas kita bersenang – senang dengan hasil keputusan pemilu nanti, persoalan nyawa adalah persoalan yang paling fatal, saya Presiden Mahasiswa Universitas Kuningan mengajak semua elemen masyarakat khususnya mahasiswa Universitas Kuningan untuk dapat mengawal dan membantu keluarga anggota KPPS yang meninggal dunia agar nama demokrasi indonesia khususnya di Kabupaten Kuningan bukan hanya sekedar atas nama Pemilu saja, akan tetapi dapat menumbuhkan rasa gotong royong dan kekeluargaan yang besar dalam menumbuhkan sikap tenggang rasa dalam pesta demokrasi” Ucap Fery.(Humas BEM Uniku /red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: BEM UNIKU Soroti Anggota KPPS Yang Meninggal Dunia Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan