Iklan Google 728

6 Mei 2019

“Munggahan” ala Masyarakat Sunda



suarakuningan.com - Orang Sunda merupakan salah satu suku yang masih memegang teguh tradisi yang mereka miliki dan melestarikannya. Salah satu tradisi yang hingga saat ini masih dilakukan adalah tradisi Munggahan. Tradisi ini merupakan bentuk syukur atas akan datangnya bulan Ramadhan.

Karena itulah pelaksanannya pun selalu diadakan sehari sebelum dan saat hari pertama puasa. Selain itu, di setiap kota di Jawa Barat mungkin memiliki sedikit perbedaan dalam menjalani tradisi ini, namun tradisi ini adalah hal wajib bagi masyarakat Sunda. Salah satu kesamaannya yakni berkumpulnya anggota keluarga untuk bersilaturahmi, berdoa bersama, dan makan sahur bersama.

Kata Munggahan sendiri bersal dari kosakata bahasa sunda yaitu (unggah)  yang berarti ” kecap pagawean ” yang berarti naik. Salah satu maknanya adalah ketika memasuki bulan Ramadhan, masyarakat naik ke waktu atau bulan yang luhur derajatnya, dan diharapkan masyarakat juga menjadi pribadi yang lebih baik seiring dengan tibanya bulan suci Ramadhan, khususnya dalam urusan menahan hawa nafsu selama berpuasa.

Dalam Kamus Umum Bahasa Sunda, munggah juga memiliki arti sebagai hari pertama puasa pada tanggal 1 Ramadhan. Sayangnya, pada jaman sekarang, banyak orang yang melupakan makna di balik tradisi ini yang sebenarnya. Kebanyakan hanya sekedar menjalankan tradisi ini dengan makan-makan atau kumpul bersama keluarga atau teman

Bentuk kegiatan dari tradisi Munggahan adalah acara makan bersama-sama yang disebut juga dengan istilah "botram" dengan keluarga, sanak saudara, kerabat dekat, dan tetangga di pegunungan, sawah, dan bukit-bukit. Ada pula yang mengunjungi tempat wisata dengan keluarga atau mengadakan acara resmi keagamaan. Beberapa orang juga melakukan ziarah ke makam wali, kuburan orang tua, syekh atau ulama yang menyebarkan agama Islam di suatu daerah.

Biasanya masyarakat yang tengah berada di tanah perantauan pun akan secara khusus kembali ke tempat asalnya untuk menjalankan Tradisi Munggahan. Selain acara makan-makan atau bepergian, tradisi ini merupakan sebuah sarana dalam menjaga keharmonisan dan kedekatan yang ada di antara anggota keluarga.

Tradisi munggahan atau unggahan ini dilestarikan oleh masyarakat Sunda karena memiliki hubungan erat dengan keutamaan bulan Sa’ban. Sebagaimana diketahui keutamaan bulan Say’ban merupakan bulan yang mulia dimana secara agama diyakini, Tuhan sedang membuka beberapa pintu langit dan beberapa pintu rahmat serta mengangkat amal baik hambanya.

Itulah sebab, bagi umat muslim di Sunda tetap melestarikan tradisi menyambut bulan Ramadan ini sampai sekarang.

Kiriman : Hamdan (Karang Taruna Desa Jambar)


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: “Munggahan” ala Masyarakat Sunda Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan