728x90 AdSpace

Update
11 Februari 2020

Pendidikan dan Perempuan Bagai Dua Sisi Mata Uang

oleh: Sri Melynda
Mahasiswi Prodi PAI - Universitas Islam Al-Ihya Kuningan

Suarakuningan - Pendidikan sejatinya memanusiakan manusia. Dengan pendidikan manusia haruslah menjadi lebih bersahaja, saling menghargai dan saling menghormati. Pendidikan harus bisa didapat oleh perempuan tidak hanya laki-laki. Namun dalam pandangan masyarakat kebanyakan, pendidikan bagi perempuan dirasa tidak terlalu penting, sebab pada akhirnya perempuan akan berada dalam ranah domestik. 

Setelah menyelesaikan pendidikan dan menikah perempuan akan menjalani tugas sebagai ibu rumah tangga dimana tugasnya mengurusi suami dan anak. Maka mengejar jenjang pendidikan setinggi-tingginya tidak terlalu penting. Karena perempuan ideal adalah mereka yang berdiam diri dirumah menunggu suami pulang, mengurus rumah, anak dan keperluan lainnya.

Tugas seorang perempuan yang menjadi ibu sangat luar biasa. Mengurus suami, mengurus rumah dan anak tentu harus lah menggunakan ilmu. Dalam sebuah keterangan disebutkan jika perempuan adalah madrasah utama bagi anak-anaknya. Dimana pendidikan seorang anak akan didapatkan dari ibunya sendiri bukan diperoleh dari orang lain. Peranan perempuan dalam rumah tangga mungkin bisa digantikan oleh orang lain untuk sementara waktu, namun mendidikan anak hanya bisa dilakukan oleh perempuan. Oleh karena itu seorang perempuan, seorang ibu haruslah terdidik terlebih dahulu sebelum mendidik.

Menurut Gina Pustita dalam buku yang ditulis olehnya berjudul “Menghadapi Peran Ganda Wanita”. Bahwa peran wanita dikategorikan menjadi tiga, yaitu Peran sebagai istri, peran sebagai ibu dan peran sebagai anggota masyarakat. 
Pertama, peran sebagai istri bukan saja memenuhi kebutuhan biologis suami, tetapi lebih dari itu yaitu menjadi istri yang mengetahui jalan pikiran suami, sang istri hendaknya menjadi orang yang bijak dalam mempertimbangkan suatu masalah. Dan masih banyak lagi sehingga sampai pada bagaimana membuat rumah itu menjadi tempat suami mendapat ketenangan hidup. 
Kedua, peran sebagai ibu, tugas mendidik anak bukanlah tugas yang dapat dikerjakan secara sambilan, tetapi  merupakan amanah dari Tuhan yang harus dipikul oleh setiap wanita. Keberhasilan seorang perempuan dalam mendidik anak bukanlah ditandai dengan tercapainya titel tinggi, bukan pula oleh kekayaan banyak atau jabatan yang tinggi. Keberhasilan yang hakiki adalah keberhasilan anak-anak dalam mendapatkan keselamatan di akhirat kelak. 

Ketiga, Peranan dalam masyarakat, islam tidak melarang wanita bekerja atau bergelanggang di luar rumah tetapi dengan syarat, tugas utama sebagai istri dan ibu tidak diabaikan. Peranan dalam masyarakat seperti ikut pembinaan masyarakat, berpartisipasi dalam sistem pendidikan, kesehatan, dakwah, mengukuhkan kerukunan rumah tangga, dan terlibat dalam urusan ekonomi dan juga kesetaraan.

Begitu kompleksnya peranan seorang perempuan, maka ketiga hal tersebut bisa dicapai dengan pendidikan yang tinggi. Dengan pendidikan perempuan dibekali ilmu untuk dapat menguasi ketiga peranan tersebut. Dengan mendidik satu perempuan  maka akan terlahir generasi yang terdidik, satu perempuan akan melahirkan satu generasi.

Tulisan ini menegaskan bahwa pentingnya pendidikan untuk membuat kemajuan. Baik kemajuan individu, kemajuan berumah tangga dan kemajuan melahirkan generasi yang terdidik. Pendidikan bagi seorang perempuan tidak bisa dianggap sebelah mata, ketika perempuan menikah maka dalam menjalankan biduk rumah tangga harus memiliki keilmuan yang baik. Maka pendidikan hingga kejenjang yang tinggi harus bisa diraih agar keilmuan yang didapat semakin beragam. 

Pendidikan tidak hanya menambah ilmu pengetahuan secara teori tetapi juga pengalaman, berkenalan dengan banyak orang tentu akan mendapatkan ilmu diluar bangku pendidikan. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan dan perempuan keduanya tidak bisa dipisahkan bagaikan dua sisi mata uang.***

Artikel terkait:

Minat Membaca Al-Quran Terhadap Orang yang Sudah Baligh


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Pendidikan dan Perempuan Bagai Dua Sisi Mata Uang Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan