728x90 AdSpace

Update
9 Desember 2020

Mengenang Megalitik di Kuningan

oleh: Muhammad Fikri Faturrohman

Mahasiswa & anggota Inspiring 

Siapa sih yang tidak tahu tentang sejarah megalitik? Ya, sejarah megalitik merupakan peninggalan sejarah berupa batu besar. Di kuningan, tepatnya di Kampung Cipari, Desa Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Berada pada ketinggian 661 meter dari permukaan laut, terdapat tempat peninggalan sejarah yang disebut dengan Museum Taman Purbakala.

Wisata budaya adalah perjalanan yang dilakukan seseorang atau kelompok dengan mengunjungi tempat untuk rekreaszi, pengembangan pribadi, atau mempelajari alam, lingkungan dan sumber daya tarik budaya dengan memanfaatkan potensi budaya tempat tersebut. Beberapa tujuan wisata budaya adalah untuk melestarikan alam, lingkungan, dan sumber daya alam, memajukan kebudayaan, dan mengangkat citra bangsa.

Pada zaman sekarang, museum menjadi salah satu wisata yang harus di kunjungi di kuningan. Terlebih museum juga termasuk salah satu wisata budaya yang ada di Kuningan. karena tidak hanya menyajikan keindahan alam tetapi meningkatkan pengetahuan yang luas tentang sejarah khususnya pada zaman megalitikum.

Museum menjadi tempat pelestarian untuk peninggalan-peninggalan sejarah yang ada. Baik secara fisik maupun nilai dan norma. Tujuannya agar masyarakat khususnya kaum muda tidak melupakan sejarah dan mengenal lagi kekayaan kebudayaan yang ada, terlebih di kuningan. Dengan adanya Museum Purbakala ini dapat membantu pemahaman tentang keberadaan nenek moyang pada zaman dahulu.

Di museum cipari ini, terkenal dengan peninggalan bagunan megalitik seperti menhir dan Peti kubur batu., ini terbuat dari batuan andesit yang berbentuk sirap atau menyerupai trapesium. Terdapat pula altar batu (punden berundak), yaitu sebuah bangunan yang berundak-undak. Tidak hanya itu, ada juga Dolmen bentuknya menyerupai meja yang berfungsi sebagai tempat pemujaan kepada arwah nenek moyangnya sekaligus tempat penyimpanan sesaji. Pada saat masuk, kita akan disajikan dengan tanah lapang berbentuk lingkaran berdiameter 6 meter dengan dibatasi susunan batu sirap dan di tengahnya terdapat batu.selain itu juga di temukan beberapa kapak, kendi piring,manik manik, gelang dan tulang hewan yang di jadikan oleh orang orang zaman megalitikum sebagai bekal kubur.  

Sejarah mengatakan museum ini pernah mengalami dua kali pemukiman, yaitu pada masa akhir Neolitik dan awal pengenalan bahan perunggu yang berkisar pada tahun 1000 masehi sampai dengan 500 masehi. Pada awalnya museum ini adalah tanah milik Bapak Wijaya dan beberapa orang lainnya. Tahun 1971 ditemukan jenis bebatuan yang mirip dengan yang dipamerkan di Gedung Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur. Setelah dilaporkan ke lembaga purbakala dan peninggalan nasional di Jakarta, lembaga tersebut mengadakan penelitian dan penggalian untuk menyelamatkan peninggalan sejarah yang lainnya.

Pada tanggal 23 Februari 1978 museum ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Syarif Thayeb. Untuk masuk ke museum ini kita cukup membayar Rp. 2000,- per orang. Cukup murah untuk bisa menikmati berbagai peninggalan sejarah yang ada. Museum ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, jadi tidak harus menunggu hari libur untuk bisa mengunjungi wisata yang satu ini. 

Museum ini bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Lahan parkir yang ada, yang di sediakan oleh pengurus museum sudah cukup luas dan dapat menamoung kendaraan banyak. Tapi, akses jalan untuk menuju lokasi harus memasuki jalanan desa yang menyebabkan kendaraan besar akan agak kesulitan untuk menuju lokasi. Tapi, itu semua tidak menyurutkan wisatawan untuk berkunjung dan menambah pemahaman tentang budaya dan peninggalan sejarah megalitikum di kuningan.

Untuk para wisatawan khususnya yang ada di kuningan, ayo kunjungi museum purbakala untuk mengenal, mengenang, dan melestarikan budaya peninggalan sejarah. Selain menjadi tempat wisata budaya dan sejarah, tempat ini cocok digunakan sebagai wisata edukasi bagi anak-anak, atau sekedar berlibur dengan keluarga sambil menambah pengetahuan.

Beberapa tips yang bisa Anda lakukan ketika mengunjungi museum ini :

Bersikap sopan

Membawa perlengkapan foto untuk bisa mengabadikan moment bersama teman, dan keluarga

Tidak mengambil apapun selain foto

Tidak meninggalkan apapun kecuali kenangan

Membawa bekal bila perlu, tapi ingat jangan membuang sampah sembarangan

Mematuhi aturan yang ada  

***

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Mengenang Megalitik di Kuningan Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan