728x90 AdSpace

Update
25 Januari 2021

Warung Jajanan Anak Disulap Jadi Toko Sembako

15 Tahun lalu, sepeninggal sang suami, Kokom membuka usaha untuk bertahan hidup dan menghidupi kedua anaknya. Bermodal Rp. 200.000 rupiah Kokom berjualan jajanan anak. Penghasilannya sekedar untuk keperluan harian saja.

Pahit manis perjalanan hidup dan usaha alakadarnya dijalani Kokom. Buah hatinya menjadi penyemangat untuk terus berusaha. Seiring tumbuhnya anak-anaknya, kebutuhan harian pun tak pelak makin meningkat. Semua dihadapi Kokom dengan tabah.

Setiap hari Kokom berbelanja ke pasar membeli barang dagangannya. Dengan modal yang tak kunjung bertambah. Hingga seorang teman mengenalkannya pada BMT (Baitul Maal Wat Tamwil) yang merupakan lembaga keuangan mikro dengan prisnsip syariah.


Setelah menerima keterangan yang jelas tentang BMT, Kokom memberanikan diri mengajukan pinjaman. Dana yang dipinjamnya digunakan untuk menambah variasi jajanan anak di warungnya. Kokom menyediakan mie rebus dan kopi dan kadang teman-teman sekolah anaknya datang untuk mengejakan PR dan memesan mie rebus. Satu dua sales yang mengirim roti dan makanan ringan kadang memesan kopi. 

Pandemi kemudian menghantam semua kalangan, pedagang kecil seperti Kokom merasakan sekali efeknya. Selama beberapa bulan warung kecilnya terancam gulung tikar. Anak-anak sekolah pun tak ada lagi yang numpang mengerjakan PR. Sementara cicilan ke BMT belum selesai. Meskipun tidak berat syarat dan metode pengembalian pinjamannya, namun tak seketika menjadi lepas tanggungjawabnya.

“Alhamdulillah, dari BAZNAS Kuningan memberikan informasi tentang membuka toko kecil ritel Zmart,” kisah Kokom. 

“Setelah disurvey, saya mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diadakan rutin oleh BAZNAS Kuningan. Sejak Nopember lalu, saya diberikan modal dalam bentuk aneka item jenis dagangan. Plang dan wajah warung saya diubah menjadi toko kecil Zmart. Sekarang para tetangga mulai mengenal warung jajanan saya sebagai toko sembako,” tuturnya.

Barang-barang kebutuhan harian tersedia di tokonya, dan mengubah wajah warung jajanan anak menjadi toko serba ada. “saya bersyukur hampir semua barang dagangan bisa pesan dan bahkan dikirim oleh pihak BAZNAS. Makanan ringan produk UKM Kuningan disediakan BAZNAS,” ujar Kokom.

Freezer Ice Cream dan Kulkas minuman yang ditawarkan sales, kini berani diterima Kokom untuk melengkapi toko kecilnya.

“Dan yang lebih penting, LPEM BAZNAS secara rutin mendampingi dan memberikan pengetahuan kewirausahaan. Terutama pembukuan pencatatan pendapatan dan pengeluaran harian yang selama ini tidak biasa saya lakukan sewaktu masih warung,” pungkasnya. (dan)


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Warung Jajanan Anak Disulap Jadi Toko Sembako Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan