728x90 AdSpace


 

Update
30 April 2021

Manusia yang Paling Kuat di Dunia

 Drs.KH.D.Syarif Hidayatullah, MA

Ketua MUI Kabupaten Kuningan

 

Siapa yang tidak mengenal sosok Deddy Corbuzer? Bagi pemirsa televisi pasti tidak asing lagi, bukan?, ia seorang magician, berbadan kekar, dan pemandu acara Hitam Putih di salah satu stasiun TV. Ia kerap melontarkan pertanyan-pertanyaan nyeleneh dan menantang kepada pemirsa dan kepada tamu yang yang diundangnya untuk menjadi “korban” wawancaranya dalam acara tersebut.

Walau Deddy Corbuzer berbadan kekar, berotot dan berisi, tapi tidak berkait dengan tema. Tema berkait dengan salah satu pertanyaan yang dilontarkannya kepada pemirsa TV beberapa waktu yang lalu, sebelum ia masuk Islam, yaitu: “Siapakah orang yang paling kuat di dunia?”.

Pertanyaan tersebut membuat pemirsa penasaran, tak terkecuali Ustad Ahmad Tefur, sang motivator Sholat berjamaah, beliau pun penasaran ingin tahu siapa gerangan orang yang paling kuat di dunia. Tapi sebelum ada yang memberikan jawaban, Deddy Corbuzer sudah terlebih dahulu menjawabnya sendiri. Ia mengatakan bahwa orang yang paling kuat di dunia tidak lain dan tidak bukan adalah Nabi Daud. Wooow .... Nabi Daud?, benarkah ? Demikian kira-kira reaksi pemirsa TV. Deddy Corbuzer tentu tidak asal bunyi (asbun) dan tidak akan sembarangan menobatkan Nabi Daud sebagai orang yang paling kuat di dunia. Penulis tidak tahu dari mana dan apa dasarnya ia menobatkan Nabi Daud sebagai orang yang paling kuat di dunia, barangkali dia pernah membaca al-Quran sebelum menjadi seorang muslim, karena ternyata Islam sudah lebih dulu mengakui apa yang dinyatakan oleh Deddy Corbuzer. Di dalam al-Quran terdapat kisah Nabi Daud. Dikisahkan, bahwa pada masa Nabi Daud pernah terjadi pertempuran dahsyat antara dua kelompok yang bernama Talut dan Jalut. Uniknya pertarungan berlangsung satu lawan satu, bukan keroyokan, sehingga kelihatan jagoan-jagoan kedua belah pihak.

Kelompok Jalut dikenal sebagai kelompok yang kuat, karena ditunjang oleh bodigar-bodigar yang berbadan besar, kekar, berotot dan berani, katakanlah mereka adalah manusia-manusia raksasa yang siap menerkam lawannya. Karena itu lawan-lawannya dibuat ciut nyalinya. Tapi lain ceritanya ketika mereka berhadapan dengan pasukan Talut, salah seorang anggota Talut tidak lain adalah Nabi Daud, ia tampil sendirian paling depan menghadapi lawan yang paling kuat dari kelompok Jalut...,apa yang terjadi ?, sungguh sulit dipercaya, pasukan Jalut yang begitu kuat, mereka bertekuk lutut di depan Nabi Daud, mereka tak berdaya menghadapi Nabi Daud..., Luar biasa !!!. Karena itu, pantas jika Nabi Daud dinobatkan menjadi orang yang paling kuat. Apa kunci kekuatan yang dimiliki oleh Nabi Daud ? Kekuatan seseorang biasanya tidak terlepas dari kebiasaan yang dilakukannya.

Ternyata Nabi Daud adalah orang yang paling banyak berpuasa dalam hidupnya, setiap lewat satu hari beliau melakukan puasa, dan inilah puasa yang terbaik, sebagaimana dinyatakan oleh Rasulullah Saw, bahwa “puasa yang paling afdlal adalah puasanya Daud”. Dan Rasulullah Saw bersabda: "Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. Dan shalat yang paling disukai oleh Allah adalah shalat Nabi daud. Ia tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya.” (HR. Bukhari). Inilah kebiasaan yang telah melekat dalam kehidupan Nabi Daud as, yaitu kebiasaan berpuasa.

Ketika diketahui kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi Daud adalah puasa, muncul pertanyaan: “Ada apa dengan puasa sehingga membuat Nabi Daud menjadi sosok manusia yang paling kuat di dunia?”. Pertanyaan ini mendorong Deddy Corbuzer untuk membaca referensi yang terkait dengan pola makan, karena puasa berkaitan dengan pola makan. Akhirnya ia menemukan bahwa dengan berpuasa hormon pertumbuhan manusia yang disebut HGH (Human Growth Hormone) akan lebih cepat dan lebih banyak keluar. HGH secara alami diproduksi oleh kelenjar pituitari yang memacu pertumbuhan pada anak-anak dan remaja, berfungsi untuk:

1.      Improved Mood, yakni meningkatkan suasana hati lebih baik, maka orang berpuasa semangat hidupnya akan meningkat.

2.      Increased Metabolisme, yaitu menaikkan metabolisme sehingga menjadikan penampilan awet muda.

3.      Decrease in Body Fat, yaitu menurunkan kadar lemak, dengan berpuasa kadar lemak akan berkurang dan akan terhindar dari resiko penyakit yang disebabkan kolesterol.

4.      Increased Bone Density & Body Mass, yaitu meningkatnya kepadatan tulang dan menguatnya otot, maka orang yang berpuasa tulangnya akan menguat dan meminimalisir bahkan mebebaskan dari resiko osteoporosis, ototnya akan mengencang dan menguat.

5.      Increased Capacity Exercise, yakni meningkatkan kapasitas pelatihan. Orang berpuasa hakikatnya ia sedang melakukan pelatihan raga dan jiwa, dengan pelatihan maka jiwa dan raganya akan semakin menguat, tenaganya pun semakin kuat.

6.      Inproved the heart’s ability to contract, yakni meningkatkan kemampuan jantung untuk berkontraksi, sehingga detakannya menjadi normal.

Orang yang berpuasa HGH-nya akan meningkat secara alamiyah, padahal HGH buatan yang diproduksi secara sintetis konon harganya di Amerika cukup mahal, untuk ukuran 7,2 ml atau satu sendok makan, harganya dua puluh ribu dolar atau kurang lebih Rp. 300 juta, sungguh cost yang fantastis untuk sesendok HGH, padahal dengan berpuasa, HGH akan keluar dengan jumlah yang banyak, tanpa harus mengeluarkan dana sedikit pun.

Karena itu, mindset terhadap puasa yang biasanya diidentikkan dengan lapar, haus, lemes, ngantuk, tidur dan lainnya, itu semua adalah mindset negatif dan dapat berdampak negatif pada orangnya. Sekarang marilah kita ubah mental blocking kita dengan mindset positip: “dengan puasa kita menjadi kuat, dengan puasa kita menjadi sehat, dengan puasa kita menjadi manusia yang hebat”. Puasa identik dengan sehat, bukan sakit, “Berpuasalah pasti kalian sehat” demikian sabda Rasulullah Saw.

Sejak lima belas abad yang silam, Allah Swt telah berfirman “Berpuasa itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui” (QS. 2:184). Subhanallah, puasa itu lebih baik, ini berarti bahwa puasa akan membuat keadaan lebih baik. Alhamdu lillah, penulis bersyukur bahwa setiap kali isteri dalam keadaan hamil di bulan Ramadlan, selama masih memungkinkan ia tidak meninggalkan puasa karena keyakinan bahwa dengan melaksanakan puasa saat hamil, bayi yang dikandung mendapat pendidikan spiritual dari puasa.

Kalimat “jika kalian mengetahui” pada ujung ayat tersebut, menjadi tantangan bagi para peneliti untuk menggali dan membongkar ada apa di balik puasa sehingga membuat pelakunya menjadi sosok manusia yang kuat, hebat dan luar biasa. Wallahu a’lam.

----

Penulis

 

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Manusia yang Paling Kuat di Dunia Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan