Panen Raya, Akankah Petani Sejahtera?

 


Oleh Citra Salsabila

(Pegiat Literasi)


Lahan pertanian di Indonesia begitu luas. Hamparan sawah dan padang rumput tumbuh subur. Hasilnya dapat memenuhi kebutuhan pokok rakyat Indonesia. Negeri cukup sumber daya alam, tanpa kekurangan sedikitpun. 


Tak heran jika setiap tahun ada beberapa kali petani mengadakan panen raya. Artinya, panen secara bersamaan dengan hasil yang cukup banyak. Seperti yang terjadi di daerah Desa Jamberama, Kecamatan Salajambe, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. 


Disana telah melakukan kegiatan syukuran Pesta Panen (BABARIT) yang dihadiri oleh Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, S.H., M.H. Menurutnya panen raya ini perlu diapresiasi, karena telah memberikan kontribusi yang nyata terhadap upaya peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Kuningan. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan warga Kuningan ke depannya. (Kuningankab.go.id, 09/05/2022). 


Kebutuhan pangan memang sangat dibutuhkan bagi siapapun. Maka, perlu adanya inovasi dalam bidang pertanian untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan petani. Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum, S.E. menyampaikan langkah kedepan untuk meningkatkan kualitas petani dengan memberikan pendidikan berbasis teknologi, karena situasi dan kondisi setiap aspek bergelut dalam bidang teknologi. Selain itu memberikan pelatihan kepada petani, agar bisa menjual hasilnya sendiri dengan maksimal. (Potretkuningan.net, 06/03/2021). 


Akankah Petani Sejahtera?


Ketahanan pangan di Indonesia masih dipertanyakan. Sebab, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, pemerintah masih membuka kran impor. Seolah tidak percaya dengan hasil pertanian di negeri sendiri. Padahal, hamparan lahan sawah begitu luas, dan ada dimana-mana. 


Oleh karena itu untuk mewujudkan Jawa Barat sebagai lumbung padi nasional bukanlah tidak mungkin. Tetapi perlu pengelolaan sumber daya manusia yang baik, bukan hanya inovasi semata.


Namun, benarkah petani akan sejahtera? Belum tentu. Karena untuk menanam padi diperlukan bibit dan pupuk, serta pengairan yang maksimal. Belum lagi cuaca yang harus mendukung selama masa perkembangan. 


Faktanya, harga pupuk melambung, cuaca tidak mendukung dengan hadirnya musim hujan secara terus menerus. Hasilnya, padi tidak sebagus biasanya, dan berasnya pun berkualitas rendah. Belum lagi, penjualan beras tidak langsung ke konsumeni, tetapi melalui tengkulak. Maka, petani mendapatkan harga yang rendah dalam setiap penjualan. 


Sungguh ironi nasib petani masa kini. Saat panen raya datang, penjualan padi bisa meningkat. Tetapi jika gagal panen, maka petani mengalami kerugian. Pemerintah tidak akan bertanggung jawab akan hal tersebut. Walhasil, kebanyakan petani mengelus dada dan menjerit dalam hati. 


Inilah konsekuensi hidup di negeri yang menerapkan aturan demokrasi. Aturan yang berasal dari akal manusia. Pemimpin yang tak fokus dalam melayani hak rakyatnya. Sehingga abai dengan tanggung jawabnya. Rakyatlah yang harus menanggung beban hidupnya masing-masing. Tak terkecuali petani. 


Islam Menyejahterakan Petani


Islam hadir untuk memecahkan permasalahan umat. Tidak hanya umat Muslim, tetapi non Muslim pun diatur dengan aturan Islam. Kehadirannya menimbulkan keadilan, kesejahteraan, dan keamanan yang merata. Sungguh, Islam sangat komprehensif dalam memecahkan segala promblematika kehidupan.


Maka, kehadiran Islam pun akan menghasilkan pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. Seperti kesejahteraan petani akan diperhatikan dengan menggunakan sistem ekonomi Islam. Dimana akan diatur persoalan kepemilikan, pengolahan, maupun pendistribusianya.


Selain itu, Islam akan memelihara keseimbangan materi diantara individu masyarakat guna meningkatkan taraf hidup. Petani akan dibantu dari sisi modal, jika memang tidak ada. Sehingga, Negara menjamin kebutuhan pokok bagi setiap rakyatnya. Wallahu'alam bishshawab.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Panen Raya, Akankah Petani Sejahtera?"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.