di beranda mardakhas¹

 



kegelisahanan berseliweran

mengoda hidup di beranda mardakhas

saling berebut masuk, bergulat 

menduduki hati. kadang terseret keluar

dan kadang terpental masuk

hidup tak pernah bohong 

melenggak-lenggokkan

tubuh seirama kepalanya.

hanya diberanda golap takkan bisa masuk

kecuali terpanggil oleh jiwa kosong

tak bercahaya. hidup selayaknya ada 

dengan melahirkan dunia baru yang belum 

terlintas bahkan oleh pikiran sekalipun

kegelisahan adalah bukaan 

yang akan mengantar pecahnya ketuban

atas kelahiran pikiran baru yang mungil

segar, lincah dan tak tersentuh 

aturan logika yang mengkerdilkan

kegelisahan adalah api di mardakhas

yang membuat percik cahaya 

menyilaukan di mata golap² dan

memporak-porandakan partikel 

kegelapan yang makin pekat

hingga manusia kehilangan dirinya.

waktu adalah batu asahnya

untuk membuktikan bahwa gelisah

sebenarnya lebih tajam dari pedang

para mujahid. dan ...

engkaulah pengayunnya


ruh2022#untukeyangerry


¹mardakhas=suatu tempat imajiner

²golap=tokoh imajiner


ruh anto, lahir di sidoarjo 1964. suka terhadap berbagai dunia seni sejak masih sekolah (muda ). sempat belajar musik di yasmi ( yayasan musik indonesia ), dan menjadi guru privat clasic guitar dan belajar fotografi dari para master indonesia. juga sempat membuka class terbuka untuk fotografi di sela kesibukan sebagai partner perusahaan jerman.

membaca menjadi hobi sejak nongkrong di bengkel muda surabaya dan tergabung di fass ppia  (forum appresiasi sastra surabaya indonesia amerika 1986 - 1990 an ) yang saat itu dimotori bapak rudi isbandi dan aming aminoedhin.

menulis, membaca dan mulai mengumpulkan tulisan akhir 2018 sampai sekarang. buku puisi tunggal perdana ( dialoq thn 2019 )

dan terus di susul yang lain.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "di beranda mardakhas¹"

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.