Hot News
21 Maret 2024

79,5 Persen Remaja Pengguna Internet, Nana Suhendra : Penting Etika Bermedsos bagi Pelajar



suarakuningan.com - Ratusan Pelajar SMP se Kabupaten Kuningan  mengikuti Seminar Smart dalam Bersosmed  melalui kegiatan Ngabuburit di Bulan Ramdhan bareng Guru BK Rasa Sohib Bagi Siswa (NGABAKAR SOSIS) yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Bimbingan Konseling  (MGBK) SMP Kabupaten Kuningan melalui Zoom meeting, hadir juga sebagai Narasumber Perwakilan Diskominfo, Subkor Kemitraan dan Kelembagaan Media, Nana Suhendra, M.Pd., Selasa (19/3/2024).



Acara yang berlangsung komunikatif dengan pelajar ini, banyak pertanyaan terkait permasalahan yang mereka hadapi ini,  di buka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten  Kuningan, H. Uu. Kusmana, S.Sos, M.Si, Ia menegaskan pentingnya kesadaran dalam menggunakan media sosial. “Media sosial dapat menjadi sarana  untuk berbagi ide, membangun jaringan, dan melakukan  perubahan positif. Tak kalah penting mengingatkan akan antisipasi perundungan atau bullying, ” ungkapnya.


Sementara itu, Nana Suhendra memaparkan  materi Etika Bermedia Sosial bagi Remaja. “Saat ini kita berada di zaman yang  banjir informasi, setiap orang bisa memproduksi informasi sendiri dan bisa sampai kepada kita, terutaman remaja. Untuk itu penting memfilter informasi, memilih konten yang bermanfaat, dan berkontribusi secara positif dalam setiap interaksi online,” katanya.


Oleh karena itu, menurutnya, disinilah pemahaman akan etika bermedia sosial  perlu diketahui terutama para pelajar, agar  dapat menjaga kesopanan, menghargai perbedaan, dan menghindari penyebaran konten yang merugikan.


Untuk etika bermedsos bagi remaja, dijelaskan Nana, perlu dilakukan pemahaman, yaitu  agar tidak menjelek-jelekan sesuatu atau seseorang melalui postingan, menghargai pendapat pengguna lain, tahu kapan boleh dan tidak  untuk menandai orang lain di foto atau mempublish foto tanpa seijin pemilik, membangun reputasi yang positif dengan memberikan ajakan positif, selalu menuliskan sumber pada karya orang lain, pergunakan Bahasa yang Baik.


“Selain itu, jangan melakukan Cyberbullying, menjaga privasi akun media sosial  dengan baik, hindari penyebaran SARA (Suku, Agama, dan RAS) Pornografi dan penyebaran aksi kekerasan dan kroscek kebenaran berita atau jangan menyebarkan berita palsu-HOAKS,” jelasnya.


Menurutnya, akibat dari berita palsu  adalah munculnya rasa saling curiga, sikap tak percaya, intoleransi, bahkan kebencian terhadap pihak atau kelompok tertentu. Usia muda dengan kemampuan mengolah informasi yang masih terbatas berpotensi membuat  remaja mudah terpapar efek buruk dari hoaks.


Nana menerangkan, berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2024, dari total populasi 278,6 juta jiwa, sekitar 221 juta orang kini telah terhubung jaringan internet. Sementara dari segi umur, orang yang berselancar di dunia maya ini mayoritas adalah Gen Z (1997-2012) sebanyak 34,40%. Lalu, berusia generasi milenial (1981-1996) 30,62%. Kemudian berikutnya, Gen X (1965-1980) 18,98%, Post Gen Z (kelahiran kurang dari 2023) 9,17%, baby boomers (1946-1964)  6,58% dan pre boomer (1945) sebanyak 0,24%.


Bahkan menurutnya, seperti dilansir dari kominfo.go.id bahwa, Studi yang didanai oleh UNICEF dan dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menemukan bahwa 98 persen dari anak-anak dan remaja tahu tentang internet dan 79,5 persen diantaranya adalah pengguna internet. Untuk itu, hal ini perlu adanya literasi digital bagi remaja,  dan menjadi tanggung jawab bersama.


Lalu, apa yang bisa dilakukan  untuk menghindari dari paparan hoaks. Hal ini juga ditanyakan oleh Nabila siswi dari SMPN Cigugur.   Nana menerangkan, Diantaranya,  perlu dibiasakan untuk kritis dalam menerima informasi dan  biasakan  melakukan verifikasi. Sebelum memercayai sebuah cerita atau informasi dari orang lain, cek dulu kebenarannya, serta  penting untuk melatih mengenali situs berita yang layak dipercaya. (IKP/DISKOMINFO)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: 79,5 Persen Remaja Pengguna Internet, Nana Suhendra : Penting Etika Bermedsos bagi Pelajar Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan