Hot News
28 Juli 2025

Apel Khutbatul Arsy Ponpes Pembangunan Mandirancan : Tiga Pilar Pesan Berharga dari Ustadz Ma'danil Iman M.Pd.

 


SuaraKuningan (SK).-

Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti acara Khutbatul Arsy di Pesantren Pembangunan Mandirancan, Hari Senin 28 Juli 2025. Di hadapan para santri, khususnya wajah-wajah baru yang penuh antusiasme, Mudirul Ma'had Ustaz Ma'danil Iman M.Pd. menyampaikan untaian nasihat yang tak hanya menggetarkan hati, tetapi juga menjadi bekal berharga dalam menapaki jalan tholabul 'ilmi (Mencari Ilmu). Dengan tutur kata yang lugas dan penuh makna, Ustaz Danil mengarahkan fokus para santri pada tiga pilar utama yang disingkatnya menjadi "Tiga AT": Niat, Semangat, dan Taat.

1. Perbaiki Niat: Fondasi Setiap Langkah

Pesan pertama yang begitu mendalam adalah ajakan untuk memperbaiki niat. Ustaz Danil menekankan bahwa segala amal perbuatan bergantung pada niat yang melandasinya. Beliau mengutip sabda Nabi Muhammad Saw. yang masyhur:

"Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Hadis ini menjadi pengingat tegas bagi setiap santri, khususnya mereka yang baru memulai perjalanan di pesantren, untuk menata kembali niatnya. Apakah niat datang ke pesantren semata-mata mencari ilmu karena Allah, mengharap ridha-Nya, ataukah ada niat lain yang terselip, seperti mencari pengakuan, kedudukan duniawi, atau bahkan sekadar ikut-ikutan? Ustaz Danil mengajak para santri untuk merenung dan memastikan bahwa niat utama mereka adalah meraih keberkahan ilmu dan menggapai keridhaan Allah Swt. Dengan niat yang lurus dan murni, setiap langkah, setiap hafalan, dan setiap pengorbanan di pesantren akan bernilai ibadah di sisi-Nya.

2. Perbaiki Semangat: Kobarkan Api Juang dalam Diri

Pilar kedua adalah seruan untuk memperbaiki semangat. Ustaz Danil mengingatkan dengan sebuah maqolah yang tak asing di telinga para penuntut ilmu:

اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَنَدَامَةُ العُقْبىَ لِمَنْ يَتَكاَسَلُ

Yang berarti : "Bersungguh-sungguhlah, jangan bermalas-malasan, dan jangan lengah, karena penyesalan itu atas orang yang bermalas-malas."

Pesantren adalah medan juang yang membutuhkan semangat membara. Di sini, para santri akan dihadapkan pada rutinitas yang padat, hafalan yang menantang, dan disiplin yang ketat. Tanpa semangat yang kokoh, rasa malas dan jenuh akan mudah menghampiri. Ustaz Danil menginspirasi para santri untuk senantiasa menyalakan api semangat dalam dada, menjadikan setiap kesulitan sebagai cambuk untuk terus maju, dan memandang setiap tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Semangat yang tak pernah padam akan menjadi energi penggerak untuk meraih prestasi terbaik, baik dalam bidang akademik maupun pembentukan karakter islami.

3. Perbaiki Taat: Kunci Keberkahan dan Ketaatan Berjenjang

Pilar terakhir, namun tak kalah penting, adalah ajakan untuk memperbaiki taat. Ustaz Danil menegaskan pentingnya ketaatan kepada Allah, Rasulullah Saw., dan Ulil Amri. Sebagaimana termaktub dalam Al Qur'an surat An Nisa ayat 59:

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.

Dalam konteks pesantren, beliau menjelaskan bahwa Ulil Amri dapat diartikan sebagai pimpinan pesantren, kepala madrasah, dan para guru.

Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah pondasi utama keimanan seorang muslim. Namun, ketaatan juga harus terwujud dalam skala yang lebih kecil, yaitu ketaatan kepada Ulil Amri yang telah diamanahi untuk membimbing dan mendidik para santri. Ustaz Danil menekankan bahwa menaati peraturan pesantren, mengikuti arahan para asatidz, dan menghormati para guru adalah bentuk ketaatan yang akan membawa keberkahan dalam proses belajar dan kehidupan di pesantren. Dengan ketaatan yang tulus, ilmu akan lebih mudah meresap, adab akan terbentuk dengan baik, dan lingkungan pesantren akan menjadi harmonis serta kondusif untuk tumbuh kembang para santri.

Di penghujung nasihatnya yang penuh hikmah, Ustaz Ma'danil Iman M.Pd. menutup Khutbatul Arsy dengan untaian doa dan harapan terbaik untuk seluruh santri Pesantren Pembangunan Mandirancan, khususnya bagi para santri baru. Beliau berharap agar Tiga AT: Niat, Semangat, dan Taat ini menjadi pegangan kuat bagi setiap santri, membimbing mereka dalam setiap langkah, dan mengantarkan mereka menjadi generasi penerus yang berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada seluruh santri, menjadikan pesantren ini ladang ilmu yang subur, dan melahirkan insan-insan muttaqin yang siap berkarya untuk kemajuan umat.

Mandirancan, 28 Juli 2025

Penulis : Arif Rahman, S.Pd.I. berdasarkan sambutan Ust. Ma’danil Iman, M.Pd.I.

#khutbatularsy #pesantrenpembangunan  #santriindonesia

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Apel Khutbatul Arsy Ponpes Pembangunan Mandirancan : Tiga Pilar Pesan Berharga dari Ustadz Ma'danil Iman M.Pd. Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan