Hot News
28 Desember 2025

Generasi Muda diburu Algoritma Kapitalis, Judol dan Pinjol Perangkap Sistemik


Oleh : Ummu Intan 
Aktivis Dakwah Muslimah 

Dirangkum dari berbagai sumber menunjukkan bahwa kaum muda dengan sumber daya finansial terbatas terutama laki-laki paling sering menjadi target iklan berisiko, seperti pinjaman cepat, investasi, kripto, hingga judi dari platform seperti Tik tok dan Instagram.

Menurut sebuah penelitian di Spanyol menemukan bahwa kalangan anak muda kelas bawah menerima hampir 2 kali iklan produk keuangan berisiko dibandingkan dengan kalangan anak muda kelas atas yang lebih sering menerima iklan jalan-jalan dan travelling. Kompas.Id/artikel/(25/12/25).

Karena anak muda dari kalangan keluarga kurang mampu yang memiliki keinginan kuat untuk mobilitas sosial, kebanyakan dari mereka menjadi sasaran utama iklan yang menjanjikan penghasilan cepat, tetapi beresiko tinggi. Ini dikarenakan algoritma platform media sosial mampu menyimpulkan status sosial ekonomi pengguna dari sejak digital mereka termasuk alamat dan perilaku seseorang. Lalu menampilkan iklan sesuai dengan kerentanan mereka. 

Gen z adalah salah satu pengguna pinjaman online terbesar di Indonesia, mendominasi sesama milenial usia 19-34 th, dengan 15.18 juta akun pengguna dari kelompok usia ini. 58% gen z menggunakan pinjol untuk gaya hidup dan kebutuhan mendesak meskipun juga digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. 

Menurut data OJK 2024 rekening pinjaman usia muda melesat tinggi mencapai 37.17% dari total kredit pinjol. 

Himpitan ekonomi yang lahir di sistem kapitalis mendorong sebagian anak muda terjerumus judol dan pinjol sebagai jalan pintas. Bak gayung bersambut ini pun sejalan dengan keadaan remaja sekarang, ketika lapangan pekerjaan sulit, upah rendah dan kebutuhan hidup yang serba mahal, serta lemahnya iman. Pinjol dan judul seolah-olah menawarkan solusi atas semua masalah. 

Ini adalah bukti nyata bahwa negara gagal melindungi generasi. Nilai-nilai sekuler dan materialistis dalam sistem pendidikan dan lingkungan masyarakat membuat generasi rentan pada tindakan spekulatif dan beresiko. 

Pendidikan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan hanya mencetak generasi yang jauh dari ketakwaan. Sementara itu, generasi yang dididik dengan sistem sekuler kapitalis hanya sibuk mencari materi, popularitas, dan kebutuhan sosial. 

Ruang digital yang dikuasai logika kapitalis menjadikan platform lewat algoritmanya berfokus pada kebiasaan bukan keselamatan pengguna, semata-mata demi mendapatkan keuntungan dan menjadikan generasi sebagai pasar. Algoritma bekerja bukan berdasarkan halal dan haram, maslahat atau mudharat, tapi kebiasaan dan potensi uang, semakin banyak generasi terjebak judul dan pinjol maka semakin banyak keuntungan yang diperoleh. 

Solusi dari semua permasalahan di atas adalah dengan menerapkan sistem ekonomi Islam. 
Sistem ekonomi Islam menjamin kesejahteraan seluruh rakyatnya individu per individu termasuk generasi, bukan solusi yang tambal sulam. Negara dalam sistem Islam wajib menjamin kebutuhan pokok setiap rakyatnya seperti lapangan pekerjaan yang halal agar rakyat tidak terjerumus dalam penghasilan yang haram. 

Pendidikan Islam membentuk kepribadian Islam. Sehingga menyandarkan perbuatannya pada halal dan haram bukan manfaat materi. Hal ini sangat jauh berbeda pada pemerintahan sistem kapitalis saat ini yang mengeksploitasi generasi muda melalui ekonomi ribawi seperti judol dan pinjol.

Infrastruktur digital di dalam Khilafah dibangun di atas paradigma Islam. Sehingga, mampu melindungi generasi dari konten merusak, normalisasi maksiat dan kriminalitas. Teknologi diarahkan sebagai penjaga iman dan peradaban. 

Setiap generasi muslim harus memahami identitasnya sebagai Muslim dan sebagai pembangun peradaban melalui pembinaan Islam dan aktivitas dakwah bersama kelompok dakwah islam ideologis. Dengan demikian hanya penerapan Syariah Islam secara kaffah oleh institusi negara, kaum muda akan kembali memancarkan cahaya. Dengan penerapan syariat Islam secara kaffah, negara akan menjadi pelindung umat penjaga generasi dan penegakan peradaban yang mulia. Dari rahim sistem Islam akan lahir generasi muda yang bertaqwa dan mujahid generasi pemimpin dunia yang menebarkan rahmat bagi seluruh alam.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Generasi Muda diburu Algoritma Kapitalis, Judol dan Pinjol Perangkap Sistemik Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan