Hot News
5 Juni 2026

Jika Ciremai Bisa Bicara, Mungkin Ini Pesan yang Ingin Disampaikannya


Penulis: Mabrur Abdurrahman 


Setiap hari, Gunung Ciremai berdiri dengan tenang di ufuk timur Kuningan. Matahari terbit, kabut perlahan menghilang, dan kehidupan kembali bergerak seperti biasa. Petani berangkat ke sawah, anak-anak pergi ke sekolah, dan masyarakat menjalani aktivitasnya. Di balik semua itu, Ciremai tetap berdiri kokoh, seolah menjadi saksi perjalanan waktu yang tak pernah lelah. Kadang muncul sebuah pertanyaan sederhana.

Bagaimana jika suatu hari Ciremai bisa berbicara? Apa yang akan dikatakannya kepada kita? Mungkin ia tidak akan berbicara tentang keindahan pemandangannya. Ia juga tidak akan membanggakan tingginya yang menjulang di langit Jawa Barat. Barangkali yang pertama kali ia sampaikan justru sebuah pengingat.

"Apakah kalian menyadari betapa banyak nikmat yang telah Tuhan titipkan melalui alam di sekitar kalian?"

Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi jawabannya sering kali terlupakan. Setiap hari kita menikmati air yang mengalir dari pegunungan. Kita menghirup udara yang segar. Kita menikmati hasil panen dari sawah dan kebun. Semua itu terasa biasa karena kita menerimanya setiap hari. Padahal, sesuatu yang selalu ada sering kali justru paling jarang disyukuri. Mungkin Ciremai akan mengajak kita melihat lebih dekat. Ia akan menunjukkan hutan-hutan yang menjaga tanah tetap kuat saat hujan turun. Ia akan menunjukkan akar-akar pohon yang membantu menyimpan air di dalam bumi. Ia akan menunjukkan bagaimana alam bekerja dalam diam, tanpa tepuk tangan dan tanpa penghargaan. Lalu Ciremai mungkin akan berkata,

"Menjaga alam bukan hanya tentang pohon, sungai, atau gunung. Menjaga alam berarti menjaga kehidupan."

Karena ketika hutan tetap hijau, mata air tetap mengalir. Ketika mata air tetap mengalir, sawah tetap menghasilkan. Ketika sawah menghasilkan, kehidupan masyarakat pun terus berjalan. Semuanya saling terhubung. Seperti benang-benang yang membentuk sebuah kain, setiap bagian alam memiliki perannya masing-masing. Mungkin pesan yang paling penting bukan tentang gunung itu sendiri, melainkan tentang tanggung jawab manusia.

Kita sering berbicara tentang pembangunan, kemajuan, dan masa depan. Namun masa depan yang baik tidak hanya dibangun dengan gedung yang tinggi atau teknologi yang canggih. Masa depan juga membutuhkan air yang bersih, udara yang sehat, dan lingkungan yang tetap terjaga. Karena itu, menjaga alam bukan sekadar urusan pecinta lingkungan. Menjaga alam adalah bentuk rasa syukur atas karunia Tuhan yang telah diberikan kepada kita. Mungkin sebelum kembali diam, Ciremai akan meninggalkan satu pesan terakhir.

"Aku telah berdiri di sini selama ribuan tahun. Aku berharap anak cucu kalian masih bisa melihat hutan yang hijau, merasakan udara yang sejuk, dan mendengar suara mata air yang jernih. Tetapi itu tidak hanya bergantung padaku. Itu juga bergantung pada kalian." Dan setelah pesan itu selesai, Ciremai kembali diam seperti biasanya. Tetap megah. Tetap tenang. Tetap berdiri di tempatnya.

Namun kali ini kita memahami satu hal. Bahwa di balik diamnya gunung yang menjulang itu, tersimpan pelajaran sederhana yang sering terlupakan: alam bukan sekadar tempat tinggal manusia, melainkan amanah yang harus dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Jika Ciremai Bisa Bicara, Mungkin Ini Pesan yang Ingin Disampaikannya Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan