Penulis: Mabrur Abdurrahman
Selama bertahun-tahun, banyak orang terbiasa melakukan berbagai aktivitas sambil ditemani suara. Saat bekerja ada musik, saat berkendara ada podcast, dan saat berjalan kaki pun earphone hampir selalu terpasang di telinga. Karena itu, tren silent walking yang belakangan semakin populer mungkin terdengar tidak biasa.
silent walking adalah kebiasaan berjalan kaki tanpa musik, podcast, panggilan telepon, atau bentuk hiburan digital lainnya. Seseorang hanya berjalan dan membiarkan dirinya berinteraksi dengan lingkungan sekitar tanpa gangguan suara tambahan.
Sekilas, aktivitas ini terlihat sederhana. Namun di tengah derasnya arus informasi yang hadir setiap hari, kesederhanaan tersebut justru menjadi daya tarik utamanya. Banyak orang mulai merasa bahwa perhatian mereka terus-menerus terbagi oleh notifikasi, pesan instan, hingga berbagai konten yang datang silih berganti. Akibatnya, pikiran jarang mendapatkan kesempatan untuk benar-benar beristirahat.
Di sinilah silent walking mulai menarik perhatian. Berjalan dalam keheningan memberi ruang bagi otak untuk sejenak lepas dari kebisingan yang selama ini dianggap normal. Tanpa disadari, banyak orang sebenarnya merindukan momen ketika mereka dapat menikmati suasana sekitar tanpa harus terus menerima rangsangan baru dari layar atau perangkat elektronik.
Selain itu, sebagian orang mengaku merasa lebih tenang setelah mencoba kebiasaan ini. Saat tidak ada suara yang mendominasi perhatian, mereka menjadi lebih peka terhadap hal-hal sederhana yang sebelumnya sering terlewatkan, seperti suara angin, langkah kaki sendiri, atau pemandangan di sekitar. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut membantu mereka mengurangi stres dan menjernihkan pikiran.
Popularitas silent walking juga menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap produktivitas. Selama ini banyak orang merasa setiap waktu harus dimanfaatkan untuk belajar, bekerja, atau mengonsumsi informasi. Namun semakin banyak yang mulai menyadari bahwa pikiran juga membutuhkan jeda. Sama seperti tubuh yang memerlukan waktu istirahat setelah beraktivitas, otak pun membutuhkan ruang untuk memulihkan diri dari berbagai tuntutan yang datang setiap hari.
Tentu saja, silent walking bukan solusi untuk semua persoalan. Namun tren ini mengingatkan bahwa di tengah dunia yang semakin ramai, keheningan masih memiliki nilai yang tidak tergantikan. Mungkin itulah sebabnya semakin banyak orang tertarik mencobanya. Bukan karena berjalan kaki tanpa musik dianggap lebih baik, melainkan karena mereka menemukan sesuatu yang semakin langka di era modern: kesempatan untuk menikmati beberapa menit ketenangan tanpa gangguan apa pun.





0 comments:
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.