728x90 AdSpace

12 Januari 2019

Menghindari “FOMO” dalam Bekerja

Tulisan Berseri : Bumbu Hidup (2) 

Ika Candra. DPP PDRI. Psikologi Pendidikan. Dosen 

“Anda dapat menilai orang dari hasil kerjannya namun tidak dengan hasil karyanya karena profesionalisme adalah buah karya” 

Menilai hasil karya tidak bisa dilihat hanya secara estetik terlihat cantik secara kegunaan memiliki manfaat  namun penilaian komunitas berpengaruh besar sebuah karya dinilai fenomenal. Dilema ini dirasa betul oleh creator youtube dimana mereka berkarya dengan berbagai identitas namun terkalahkan dengan komunitas.  

Creator youtube review kuliner harus menerima kekalahan dengan creator youtube challenge mie pedas.  Adakah yang salah? Bukan salah dan benar dalam menilai sebuah karya namun pilihannya suka atau tidak suka.  Demam ini dialami betul oleh  generasi milenial dimana kehidupannya tidak terlepas dari social media. 

FOMO atau  fear of missing out  adalah fobia baru yang tengah beredar  di era digital dimana dapat diterjemahkan  sebagai  ketakutan yang dirasakan oleh seseorang bahwa orang lain mungkin sedang mengalami suatu hal atau kejadian menyenangkan, namun orang tersebut tidak ikut merasakan hal tersebut. Lebih sederhananya, FOMO dapat diartikan takut tidak eksis.

Fomo tidak hanya menjangkit seseorang di social media namun menjangkit juga dunia pekerjaan. Terlibat kepanitiaan dalam proyek besar maupun sekedar ngopi ngopi selepas bekerja adalah trick jitu seseorang dinilai eksis. 

Biar Tekor asal kesohor”, ungkapan ini menjadi fenomena orang terjangkit “ FOMO” 

Berpenampilan terbaik memang harga tinggi untuk dinilai baik seseorang. Sehingga tak jarang banyak orang hadir dengan penampilan terbaiknya ditemani barang barang berharga untuk menunjukan nilai pribadi di mata komunitas. 

Bagaimana Ciri ciri Fomo dalam dunia pekerjaan :
•    Jika anda selalu menyempatkan hadir setiap undangan party atau acara yang tampaknya tak terlalu penting karena Anda berpikir “siapa tahu acaranya seru” atau “siapa tahu nanti ketemu orang penting”
•    Jika anda merasa harus mencari tahu kenapa anda tidak diundang saat meeting dikantor
•    Jika anda merasa kalah mempesona dengan penampilan teman anda
•    JIka anda merasa kecewa ketika rapat  bersama rekan kerja saran anda kurang dihargai
•    Jika anda mengajak rekan kerja rapat terbatas namun rekan kerja menolak karena alasan yang menurut anda tidak penting
•    Jika anda merasa sebal ketika teman-teman anda tidak menatap anda ketika berbicara dalam rapat 

Keunggulan FOMO dalam dunia pekerjaan adalah. Seseorang yang eksis akan selalu menunjukan portofolionya setiap saat sehingga anda akan selalu di butuhkan dan diinginkan setiap kegiatan. 

Kerugian FOMO dalam dunia pekerjaan : Tidak semua orang memiliki keadaan fisik yang kuat dalam menerima banyak pekerjaan yang menghampirinya. 

Memilih dan memilah yang terbaik justru mengecewakan banyak klien selain itu FOMO sendiri akan menyerang psikis penderitanya dengan memicu stress berlebihan dan depresi pada rutinitas pekerjaan yang tidak ada istirahatnya.
Kecemasan dapat membuat produksi hormon-hormon penting tubuh seperti serotonin dan adrenalin terganggu. saat usus mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh Anda sedang terancam. Tak jarang, akhirnya tubuh akan bereaksi dengan memunculkan rasa mual.

The Nottingham Post dalam Science Direct mengungkapkan bahwa FOMO adalah suatu kondisi yang bisa membuat hubungan sosial Anda jadi rusak. Menyanggupi sebuah pekerjaan yang anda belum menguasainya adalah membuat orang menilai buruk kinerja anda. Sehingga hubungan seseorang dalam pekerja menjadi berantakan.***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Menghindari “FOMO” dalam Bekerja Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan