728x90 AdSpace

2 Februari 2019

Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (12)


Seri Tulisan. “Ketika Hati Harus Memilih (KHHM)” merupakan tulisan bersambung.
Sebelumnya: Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (11)

Oleh: Kang Iman
(DR. Iman Subasman (@imansubasman). Pengurus ICMI Kuningan dan Peneliti Puspamdik (Pusat Studi Pengembangan Mutu Pendidikan )

"Andalah kreator dari kebahagiaan yang ingin anda dapat"


Memaksa untuk bahagia bukanlah pilihan,karena kebahagiaan tidak pernah lahir dari keterpaksaan. Ketika kebahagiaan itu dipaksakan, berarti kemunculannya adalah yang hal semu atau kepalsuan. Kini saatnya bahagia itu hadir dalam kondisi nyata bukan juga karena rekayasa.

Terkadang, jangankan untuk merasakan bahagia, untuk mendefinisikan rasa kebahagiaan itu pun tak bisa. Tingkat pendidikan yang tinggi juga tak menjamin ia bisa berkata aku bahagia dalam makna yang benar. Bisa jadi lisannya berkata bahagia tapi sebenarnya yang ia rasakan hanyalah kegembiraan atau bahkan hanya sebatas kesenangan. Bahagia bukanlah kesenangan ataupun kegembiraan apalagi gelak tawa. Banyak ahli berkata, terkadang seseorang tampak gembira, senang dalam raut wajahnya tapi sebenarnya ia tidak gembira, ia hanyalah menutupi rasa sedih dengan kegembiraan wajah serta sikapnya.

Kegembiraan adalah rasa ketentraman di palung hati yang dalam, ia begitu tersembunyi namun sangat dirasakan oleh pemiliknya. Ia hadir dan bersemayam yang dengannya hatimu menjadi tenang dan tentram yang hakiki. Ia adalah rahasia ketentraman para perindu kebahagiaan, mereka menjaga rahasia bahagianya itu bagai ia menjaga aib-aibnya. Ia tak peduli dengan keadaan luar yang menghantam atau menyerang "tampilan fisik" karena ia sangat mengetahui dimana letak kebahagiaan itu berada dan tahu bagaimana cara mempertahankannya, maka kebahagiaan itu dapat diperoleh siapapun.

Kebahagiaan tak mengenal status sosial, ia milik para perindunya, para hamba yang tahu bagaimana cara ia menemukan, melabuhkan dan mempertahankannya. Maka, jangan tanya kemana mencari kebahagiaan, karena itu rahasiamu denganNya. Bahagiamu adalah ketika engkau berhasil memaknai hidup ini penuh bahagia bersamaNya.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Ketika Hati Harus Memilih (KHHM) (12) Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan