728x90 AdSpace

Update
21 Mei 2017

Bulu Tangkis di Kuningan Belum Jadi Industri



suarakuningan.com - PENGCAB PBSI Kabupaten Kuningan selama tiga hari dari mulai tanggal 21 - 24 Mei 2017 sedang mempunyai hajat besar dengan menyelenggarakan Kejuaraan Kabupaten (KEJURKAB) yang diikuti 99 orang Peserta dari berbagai Club yang ada di Kuningan. Acara dilaksanakan di Gedung Bulutangkis Ainurrafiq, Desa Panawuan, Kecamatan Cigandamekar.

Sebelum pelaksanaan Kejurcab dimulai terlebih dahulu dilakukan pertandingan Eksebisi antara Tim Kuningan Slection dengan Club ASBA (Asep Suwarno Badminton Akademik) Jakarta, Asep Suwarno merupakan pelatih handal bertaraf internasional yang asli kelahiran Kuningan, Asep telah memberikan pelatihan di berbagai negara seperti Brunai Darussalam, Vietnam dan Singapura dan di Indonesia sendiri telah melahirkan banyak pemain tangguh yang masuk sekuad Tim Nasional seperti, Markis Kido, Hendra Setiawan dan lain - lain.

Acara Kejurkab dibuka secara resmi.oleh Ketua Umum Pengkab PBSI Kabupaten Kuningan Drs. H. Atang Sugiyono M. Si., dengan dihadiri oleh Ir.  Yudhi, Ketua Pembinaan Daerah Pengda PBSI Jawa Barat, Jajaran Pengurus Pengkab PBSI Kabupaten Kuningan, Masyarakat Penggemar Bulutangkis dan Orang Tua Atlit yang ikut pertandingan.

Ketua Umum Pengkab PBSI Kabupaten Kuningan Drs. H. Atang Sugiono M. Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ada hal yang menjadi kewajiban Pengurus PBSI Kabupaten yaitu ; Melaksanakan Musyawarah Kerja (Muker) dan melaksanakan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) dan Alhamdulillah hal tersebut secara berkesinambungan selama 6 tahun masa kepemimpinan dirinya terus berjalan walau mungkin hasilnya dirasa belum begitu terasa terutama dilihat dari prestasi yang dihasilkan.

Atlit Bulutangkis Kuningan belum bisa bicara di event - event besar seperti Porda maupun PON, kita hanya sebatas mengikuti belum bisa memperoleh medali, kendalanya adalah
1. Bulutangkis di Kuningan belum  bisa menjadi industri sehingga atlit masih belum banyak yang tertarik untuk menekuni olahraga Bulutangkis, karena menganggap tidak menjanjikan kehidupan yang lebih baik
2. Biaya Pembinaan sangat mahal sehingga tidak terjangkau oleh semua orang.
3. Atlit Bulutangkis berbakat hasil pembinaan tidak melanjutkan berkarier di Bulutangkis.

Mantan Pejabat tinggi di Kementerian Perindustrian tersebut juga menyoroti Potensi yang dimiliki Kabupaten Kuningan untuk mendukung olahraga Bulutangkis, seperti ;
a. Disetiap desa di Kabupaten Kuningan hampir 90% desa mempunyai Gedung Serbaguna yang secara in door bisa dipergunakan bermain Bulutangkis.
b. 20% dari penduduk Kuningan adalah usia pembinaan sehingga sangat memungkinkan untuk bisa mendapatkan beberapa orang yang bisa di jadikan atlit profesional.
c. Kita punya pelatih bertarap Internasional seperti Asep Suwarno yang sekarang memiliki Club ASBA (Asep Suwarno Batminton Akademik) yang tentunya bisa kita ajak kerjasama untuk meningkatkan skill pebulutangkis yang kita miliki.

Dengan fakta diatas kita bisa segera melakukan langkah - langkah terobosan agar Olahraga Bulutangkis di Kuningan tidak jalan ditempat (stagnan) sehingga bisa diambil langkah - langkah strategis, seperti ;
Ada political will dari pemerintah dengan membangun sarana latihan yang memadai, perubahan sistem pelatihan dari Konvensional ke sistem pelatihan Modern, penyelenggaraan tournament yang teragendakan secara tertib dan mengikuti tournament yang diselenggarakan di daerah lain yang bisa dijadikan kontrol bagi prestasi didik kita.

Dibagian akhir sambutannya Ketua Pengkab juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Koni Kabupaten Kuningan, jajaran panitia, para seponsor dan semua pihak yang telah membantu kegiatan tersebut sehingga terselenggara dengan sukses.

Ketua penyelenggara Parmo S. Kom didampingi Sekretaris Muhail M. Pd. Ketika di komfirmasi menyampaikan bahwa dalam Kejurkab tersebut di ikuti oleh 99 orang atlit yang terbagi dalam 9 (sembilan) nomor pertandingan ;
1. Tunggal usia dini 10 tahun Putri di ikuti 11 orang.
2. Tunggal anak - anak 12 tahun Putri, 8 orang
3. Tunggal anak - anak 12 tahun Putra, 13 orang.
4. Tunggal Pemula 14 tahun Putra, 15 orang.
5. Tunggal Remaja 16 Tahun Putra, 13 orang
6. Tunggal Taruna 18 Tahun Putra, 13 orang.
7. Ganda Remaja 16 Tahun Putra, 9 orang.
8. Tunggal Taruna 18 Tahun Putri, 12 orang.
9. Ganda Taruna 18 Tahun Putra, 5 orang.(Jon's)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Bulu Tangkis di Kuningan Belum Jadi Industri Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan