728x90 AdSpace

Update
2 September 2017

Milangkala ke-34, Desa Cisukadana Lakukan Seba Bhakti



suarakuningan.com - Alkisah saat Nabi Yusuf AS berada di penjara, kewaskitaan Nabi Yusuf melihat gelagat perubahan cuaca ekstrim. Lalu menyampaikan gambaran secara gamblang sehingga tidak terbantahkan oleh sang raja. Akhirnya dibawah komando Nabi Yusuf AS, dibuatlah gudang makanan yang menampung kebutuhan hingga 7 tahun paceklik sampai negeri keluarganya (kakak dan adiknya, Bunyamin) meski jauh, dapat juga tercukupi dari Gudang Logistik Nabi Yusuf AS.

Keilmuan bulog atau gudang logistik ini makin dikembangkan di berbagai daerah dalam berbagai nama dan bentuk. Di Tanah Sunda, lumbung pangan dikenal dengan "leuit", yang fungsinya menyimpan stok pangan dan benih untuk berjaga-jaga jika terjadi bencana, musibah musim dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di Desa Cisukadana Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan, Sabtu (2/9) dalam rangka memperingati milangkala / babarit / syukuran HUT Desa Cisukadana yang ke 34, dilaksanakan prosesi Seba Bhakti.

Seba bhakti ini merupakan prosesi penyerahan lebihan hasil-hasil bumi dari perangkat dan masyarakat kepada kuwu. Sebagian digunakan untuk syukuran sebagian disimpan di leuit untuk persediaan. Prosesi ini disertai arahan Panata Calagra (MC) dari Yayasan Saung Indung.

Kuwu Budianto duduk di atas panggung beserta istri, tak berapa lama, perangkat, BPD, tokoh masyarakat dan masyarakat berduyun-duyun ke depan panggung dan secara simbolik menyerahkan upeti (seba bhakti). Suasana yang santai namun beraroma sakral tersebut dilanjutkan dengan syukuran, lalu hiburan sajian kawih-kawih sunda yang digelar Komunitas Saung Indung. Dan diakhiri dengan ceramah Kiai Ali (Lebakwangi).

Kesuksesan acara tersebut tidak terlepas dari antuasias para pemuda karang taruna diketuai Sobari Fuad Ali. Di sela kesibukan, Sobari mengatakan banyak hal yang bisa dipetik dari kegiatan ini terutama bagi warga masyarakat dan pemuda dimana kami diingatkan pada sejarah desa (yang dulu bernama Salia, salah satu Dusun Desa Ciherang) dan adanya tokoh-tokoh pendiri serta tokoh agama desa ini dulunya.

Sehari sebelum milangkala Desa Cisukadana, kuwu dan beberapa tokoh berziarah ke makam (nyungsung, b. Sunda) sesepuh desa, Syeh Mangundana. (red)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Milangkala ke-34, Desa Cisukadana Lakukan Seba Bhakti Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan