728x90 AdSpace

Update
29 Oktober 2017

Puisi: RUH



Seribu Jibril mengembangkan sayap

masing-masing dengan enam ribu kepakan.
Seketika beliung membentang membenamkan gunung
menggulung kepekatan tinta sejarah
Dan serangkum ruh terangkat ke langit di papah tangan Izrai
Hidup

getir
dusta

munafik
dosa

dicampakkan di hadapan Tuhan !!

Tapi Lihat....
Dia bangkit ! Ruh itu bergerak....
bersumpah serapah

Tercekatlah Izrail dan Jibril tersentak

Dunia berguncang
berontak berderak derak

Sayap-sayap jibril
bertanggalan patah

Di tiupkan ruh
oleh Izrail
kembali ke bumi
Pada jasad yang tak jadi mati........

" Nikmati Deritaku !!!!"
Seru Tuhan, melewati Jibril.

Astagfirullah.....
Astagfirullah.....
Astagfirulllah...


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Puisi: RUH Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan