728x90 AdSpace

Update
28 April 2018

Ikatan Pelajar Mahasiswa Kuningan di Yogja Milangkala ke-63



suarakuningan.com – Para pelajar asal Kuningan yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Kuningan (IPMK) di Yogyakarta telah mengadakan Milangkala nya yang ke-63 dengan tema Rempug Sauyunan Ngawangun Integritas Mahasiswa anu Nyaah ka Lemah Cai (28/4). 

Kegiatan ini berupa syukuran dengan ditandai pemotongan tumpeng serta Kajian Kebudayaan Sunda Wiwitan yang dihadiri oleh Ki Demang Wangsafyudin dan Dewi Kanti selaku narasumber utama. Acara yang berlangsung di Asrama Kujang, Yogyakarta ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, HMKI serta berbagai komisariat daerah di Yogyakarta.

Dalam kajian kebudayaan Sunda Wiwitan, Dewi Kanti, Ketua Yayasan Tri Mulya Tri Wikrama, mengapresiasi kegiatan yang ‘anti-mainstream’ ini. Menurutnya, menjadi mahasiswa perantau harus memantapkan identitas kesundaan: sunda etnis, sunda geografis atau sunda filosofis. Sunda etnis hanya mencakup wilayah jawa bagian barat. Sunda geografis hanya berkutat pada letak paparan kepulauan Nusantara. Sedangkan sunda filosofis bermakna damai, cahaya, dan penyempurnaan. Dalam kajian kesundaan ini, mahasiswa harus mampu memilih identitas mana yang akan menjadi jalan hidupnya selaku orang sunda.

Namun, peraih Australia Award Fellowship ini mencoba untuk menantang sikap kritis mahasiswa terkait tantangan di era globalisasi saat ini. Baginya, ada 3 cara menjajah sebuah bangsa di musim ‘proxy war’: kaburkan sejarahnya, hilangkan sejarahnya, putuskan generasi leluhur dengan generasi baru melalui doktrin “primitif”. 

Itulah mengapa Pangeran Sadewa Madrais menggali kembali ajaran kerukunan Sunda adalah karena urgensi memahami cara dan ciri bangsa serta menafsirkan tradisi sebagai suatu tuntunan, bukan hanya tontonan. Tentu ini menjadi tantangan bersama, terutama mahasiswa karena memiliki tanggungjawab moral dan intelektual.

Dibalik problematika tersebut, kemudian muncul pertanyaan besar dalam kajian ini: bagaimana sebenarnya jati diri kita? Ada 5 jati diri yang perlu dimantapkan dan diimplementasikan: welas asih (kasih sayang), undang usut (rasa hormat), tatakrama, budi daya-budi bahasa dan wiwahah (pertimbangan). Kelima ajen/jati diri ini adalah modal sosial yang mampu mengikat antar sesama masyarakat.

Terakhir, menurutnya dengan melihat konstelasi pilkada serentak, terutama kondisi politik di Kuningan adalah tantangan jangka pendek saat ini. Kuningan adalah miniatur pluralitas Nusantara. Bagaimana warga, khususnya mahasiswa mampu mempertahankan jati dirinya, tidak terjebak pada situasi yang mengerdilkan esensi wiwahah sebagai salahsatu jati diri kesundaan. Karena jati diri suatu bangsa adalah representasi dari bagaimana jati diri manusia-manusia di dalamnya.(Humas IPMK Yogya/ Editor: Ryan Aldi Nugraha)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Ikatan Pelajar Mahasiswa Kuningan di Yogja Milangkala ke-63 Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan