Iklan Google 728

17 Juli 2019

Menempa Bilah, Merawat Kisah



suarakuningan.com - DESA Taraju di wilayah Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan memiliki sejumlah gosali yang menjadi sentra pembuatan perkakas tajam.

Di dalam bangunan-bangunan yang khusus dibangun untuk pembuatan logam-logam yang akan dimanfaatkan untuk keperluan manusia tersebut, sebagian warga Taraju menambatkan kehidupannya dengan berprofesi sebagai seorang pandai besi.

Untuk melahirkan sebuah karya, para pande besi itu bekerjasama dengan para pembuat peurah (gagang) dan para pengrajin sarangka (sarung) alat-alat tajam tersebut. Kegiatan itu telah berjalan sekian lama, dan merupakan kegiatan kehidupan yang telah diwariskan secara turun temurun. Hingga saat ini, usaha sebagian warga Taraju itu masih bertahan di tengah geliat usaha-usaha lain yang semakin menjamur di desa tersebut.

Sudah sejak lama Mang Sukun berkeinginan untuk menyelami kegiatan para pande, sehingga ketika ada kesempatan hadir disana pada 15 Juli 2019 kemarin, Mang Sukun langsung meluncur ke desa yang masyarakatnya jarang merantau tersebut.

 “Tang, teng, tong,” talu sebuah baja per yang tengah dipukul-pukul palu oleh Kang Nurman, seorang pande yang masih bertahan untuk menempa bilah di Taraju.

Ketika Mang Sukun bersama beberapa orang datang, Kang Nurman menghentikan kegiatannya. Ia menemani kami yang bertanya-tanya mengenai eksistensi kehidupan para pekerja seni bilah yang ada disana.

Dalam obrolan tersebut, terungkap bahwa pada saat ini minat generasi muda Taraju terhadap pekerjaan ini semakin menurun. “Mungkin mereka lebih tertarik dengan usaha-usaha lain yang lebih menjamin kehidupannya,” ungkap pria berperawakan tinggi tersebut.

Di tengah percakapan itu, Kang Taruna yang merupakan pelestari seni dan pengrajin sarung serta gagang di Taraju, turut mengungkapkan keprihatinannya terkait menurunnya minat terhadap usaha kerajinan pandai besi di Taraju.

“Iya betul Mang Sukun, waktu saya kecil itu gosali jumlahnya cukup banyak. Sekarang penurunannya sangat signifikan karena ada profesi-profesi lain yang kini bisa digeluti di desa ini,” kata Kang Taruna memperkuat pendapat rekannya tadi.

Lalu apa yang membuat keduanya masih bergerak dalam usaha pembuatan perkakas dan senjata tajam ini? “Kami hanya berusaha untuk merawat kisah dengan menempa bilah-bilah,” ujar Kang Taruna yang juga diamini Kang Nurman ketika ditanya mengenai motivasi kuat keduanya untuk berkarya dan bekerja dalam usaha ini.

#mangsukun
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Menempa Bilah, Merawat Kisah Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan