728x90 AdSpace

Update
21 Februari 2020

Hukum Sebab-Akibat (Malas Akibatnya Melas)

oleh : Coach Ari (FB. Ari M. Ridwan) ( IG; @Ari M. Ridwan)
(Trainer Amco / Leadership Trainer / Kepala Bagian Pembinaan Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam / Konsultan Permasalahan Pelajar dan Pemuda / Trainer Muda Kuningan / Mahasiswa Semester Akhir Pasca Sarjana Uniku Prodi Magister Manajemen / Instruktur Senam Kebugaran / Penulis Buku “Kembali Kepada Fitrah” ) 


suarakuningan - Cuaca pagi ini di bawah kaki gunung Ciremai membuat tubuh ini inginnya tetap berselimut di atas kasur. Tetesan air hujan yang menambah disertai hembusan angin membuat tangan ini secara otomatis menarik selimut yang baru menutupi setengah badan, ditarik sampai menutupi kepala.


Tidak lama kemudian, terdengar suara alarm yang memang sengaja diatur agar bisa bangun tepat waktu. Pergolakan dimulai. Ketika alarm berbunyi, seakan-akan ada yang berbisik, "di luar dingin, sudah kamu matikan saja alarmnya dan kembali tidur."

Tanpa basa basi, akhirnya alarm itu saya matikan dan kembali tidur serta menarik selimut yang agak tebal menutupi tubuh. Tapi beberapa saat kemudian, alarm berbunyi kembali. Sengaja saya atur alarm agar berbunyi selang 3 menit dari pengaturan alarm diwaktu sebelumnya. Karena berdasarkan pengalaman, jika hanya mengatur atau menetapkan waktu satu kali, akibatnya bisa terjadi seperti di atas. Alarm bunyi, terus matikan dan tidur kembali. Maka, saya atur alarm dengan menetapkan waktu 3 sampai 4 kali dengan selang waktu 3 menit dari pengaturan waktu pertama.

Alhamdulillah, disaat alarm kedua berbunyi, meski pergolakan di dalam hati tetap ada, antara memaksa bangun dan kembali tidur akhirnya saya memutuskan untuk bangun, berdo'a, berwudhu, dan sholat tanpa memberikan jeda untuk bermalas-malasan atau tiduran kembali. Kenapa? Karena ketika diberikan jeda waktu untuk tidak beraktivitas, maka meskipun sudah bangun dan berdo'a jika tidak dilanjutkan berwudhu,  akan kembali tidur, meskipun sudah berwudhu jika tidak langsung sholat, akan tertidur kembali.


Selain itu, ada yang memaksa saya untuk bangun dan tidak bermalas-malasan, kalimat "jika kamu malas sekarang, nanti akan melas di masa yang akan datang" terus menyerang bisikan-bisikan untuk tidur kembali. Ditambah lagi, jika terlambat bangun yang ada malah ketidaknyamanan. Mandi buru-buru, sarapan buru-buru, nganter anak sekolah buru-buru, dan semuanya jadi terburu-buru tanpa ada rasa menikmati setiap aktivitas rutin tersebut. 

Beda halnya jika bisa bangun tepat waktu, sholat bisa tenang, mandi tenang, sarapan tenang, anterin anak sekolah tenang, semuanya terasa tenang. Jika tenang muncul, maka rasa senang pun akan mudah dimunculkan.

So, sahabat-sahabat semuanya, jika ingin menikmati hidup berusaha keraslah terhadap kehidupan karena nanti kehidupan akan melunak kepada Anda. Begitupun sebaliknya, jika kita lunak terhadap kehidupan sekarang, maka nanti kehidupan akan keras terhadap Anda.

Yakinlah dengan hukum sebab-akibat, jika malas maka akibatnya melas.***

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

1 komentar:

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Hukum Sebab-Akibat (Malas Akibatnya Melas) Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan