728x90 AdSpace

Update
21 Februari 2020

Manusia sang Makhluk KEPO

oleh: Atin Suhartini IG @attin_annawawi
Asisten Apoteker dan Mahasiswa PAI Universitas Islam Al-Ihya Kuningan


suarakuningan - Every man has by nature desire to know, setiap manusia dari kodratnya ingin tahu dikatakan oleh Aristoteles dalam bukunya Metaphysic. Manusia dari kodratnya adalah makhluk berfikir sehingga ingin mengenal, ingin mengetahui dan mencari kebenaran hingga ke akarnya. Bahkan Aristoteles juga mengatakan manusia adalah makhluk yang berfikir karena manusia diberikan akal oleh Tuhan. 

Dari akal-lah sehingga manusia mempunyai rasa ingin tahu dan keheranan terhadap segala sesuatu hal, manusia cenderung tidak menerima secara langsung apa yang ada di hadapannya melainkan ia penasaran dan ingin mencari tahu asal-muasal, cara bekerjanya, dan cara memanfaatkannya sehingga dari rasa keinginan rasional tersebut didapatkan penemuan-penemuan hal yang baru.

Karakter rasional kehadiran manusia merupakan suatu kewajaran, kenormalan, ke-natural-an. Dalam sejarah filsafat Yunani filsuf pertama di muka bumi yaitu Thales karena keheranannya terhadap sesuatu yang ada, sehingga ia penasaran apa yang menjadi unsur dari segala sesuatu yang ada di muka bumi yaitu air. 

Sedangkan dalam sejarah Islam ada seorang nabi bernama Ibrahim as yang mencari tahu siapa sebenarnya Tuhan, karena pada saat itu orang-orang yang menyembah berhala tidak masuk pada akal budi rasionalnya Tuhan berupa berhala yang dibuat sendiri oleh tangan manusia kemudian disembah oleh manusia itu sendiri bahkan diperjual-belikan. 

Akal budi rasional nabi Ibrahim keheranan seharusnya yang dinamakan Tuhan adalah yang menciptakan bukan yang diciptakan, sampai Tuhan sendiri yang memberi tahu-kan diri-Nya kepada nabi Ibrahim as melalui wahyu lewat malaikat Jibril. Aktivitas Thales dan nabi Ibrahim as ini disebut aktivitas berfilsafat karena berupa suatu “pencarian” rasional oleh akal budi sampai ke akar-akarnya.

Keheranan adalah awal mula dari sebuah kebijaksanaan. Berawal dari sebuah keheranan maka manusia akan melakukan berbagai hal untuk mencari jawabannya, dengan keheranan manusia akan menggunakan akal budi rasionalnya untuk bekerja mencari informasi sebanyak-banyaknya dan sedalam-dalamnya. 

Jauh sesudah Thales muncullah Socrates yang melakukan pencari-tahuan terhadap alam semesta, hakikat hidup manusia, tujuan hidup manusia bahkan Tuhan sejauh akalnya dapat mendekati-Nya. Buah dari keherananlah sehingga dapat tercipta ilmu-ilmu baru, bahkan dunia modern saat ini sampai teknologi yang memudahkan hidup manusia adalah buah dari keheranan manusia.

Manusia itu terarah pada kebenaran. Manusia selalu berusaha agar cara berfikir dan tindakannya benar. Benar yang dimaksud disini adalah benar secara rasio, bukan benar dalam legal ter tentu atau dogma tertentu karena manusia mempunyai pemikiran tentang “benar” itu dengan logika-nya masing-masing. Benar disini berarti benar secara subyektif yang mana benar-nya adalah ditentukan oleh bagaimana cara ia berfikir dan dari sudut mana ia memandang tergantung dari tabula-rasa yang ia miliki. Sehingga manusia berfikir dan bertindak sesuai dengan kebenaran yang ia percayai.


Knowing every particular object (KEPO) adalah istilah beken manusia post modern atas aktivitas rasa keheranan dan penasaran manusia terhadap segala hal bahkan terhadap kehidupan manusia lain. Rata-rata istilah kepo adalah berkonotasi negatif karena rasa penasaran tersebut disematkan pada seseorang yang ingin-tahu terhadap hidup orang lain namun tidak memberikan solusi, hanya sekedar ingin-tahu bahkan kemudian menggunjing. 

Sebenarnya kepo itu baik namun yang tidak baiknya adalah setelah mengetahui masalahnya kemudian tidak melakukan apa-apa, tidak bersimpati maupun berempati. Maka baiknya ketika kita kepo seharusnya disertai rasa empati yang tinggi sehingga kita dapat memberikan solusi dan penemuan baru terhadap masalah yang sedang orang lain hadapi.***

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Manusia sang Makhluk KEPO Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan