728x90 AdSpace

Update
20 Juni 2020

Didi Irawadi: FPD Tegas Menarik Diri dari Pembahasan RUU HIP

suarakuningan - Belakangan ramai polemik tentang RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila), utamanya karena Pancasila akan diperas menjadi Tri Sila, yaitu : Sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan. Lalu Trisila diperas lagi menjadi Ekasila, yaitu gotong royong.

Fraksi Partai Demokrat menganggap Pancasila tak perlu diperas lagi. Hal ini disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin, S.H., LL.M disela kegiatan Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI) di Yayasan Pondok Pesantren  Al Malikul Karimah Dusun Pahing Desa Cikadu Kecamatan Nusaherang, Sabtu (20/6)

Didi menjelaskan, dasar FPD menarik diri dari pembahasan RUU HIP adalah:
1. Akan mengundang kebingungan di tengah masyarakat, dan ini tak elok.

Pancasila yang tidak diperas pun, masih perlu tetap disosialisasikan agar dipahami dan utamanya dijalankan dengan baik oleh segala lapisan masyarakat, apa pun profesinya.

2. Pancasila sudah jelas dan tanpa diperas pun sudah mencakup hal-hal di atas. 
Kita ambil contoh, dari segi mana Pancasila tak mencerminkan atau menyiratkan Gotong Royong? Bukankah ini sudah ada dalam Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Ini jika mengambil satu Sila. Padahal kelima Sila Pancasila sudah lebih lengkap dari trisila pun ekasila. Jadi tak perlu yang sudah lebih lengkap diperas sehingga potensial disalah artikan atau tak utuh lagi.

3. Kutipan pidato Bung Karno berikut ini pun, tak hendak memaksakannya. Silakan disimak dengan baik :
"Pancasila menjadi Trisila, trisila menjadi Ekasila. TETAPI TERSERAH KEPADA TUAN-TUAN, MANA YANG TUAN-TUAN PILIH: Trisila, Ekasila ataukah PANCASILA?"
(Perhatikan kutipan di atas bagian yang saya jadikan huruf Kapital)

Bung Karno sebagai Bapak Bangsa pun tak hendak memaksakan kehendak. Rasanya setelah bertahun-tahun upaya untuk menjadikan Pancasila dihayati dan diamalkan dengan baik, beserta kini kita memiliki lembaga untuk itu yaitu BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), adalah buang-buang energi, waktu saja untuk memeras lagi Pancasila menjadi Trisila pun Ekasila.

“Jauh lebih baik terus menerus menyosialisasikan Pancasila serta berupaya mengamalkannya dengan baik,” tegas Anggota Komisi XI yang rejin menyoroti persoalan Jiwasraya ini.

Didi menjelaskan,”Dan patut kita renungkan bersama, apakah kita sudah menghayati dan mengamalkan Pancasila dengan baik? Jika kurang apalagi belum, adalah bagus jika kita memulai memperbaikinya, mulai dari diri sendiri.”(dan)

Berita lain:

Didi Irawadi Syamsuddin Sosialisasi Empat Pilar


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Didi Irawadi: FPD Tegas Menarik Diri dari Pembahasan RUU HIP Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan