728x90 AdSpace

Update
24 September 2020

Aneka Olahan Ganyong Warisan Leluhur, Masih Dilestarikan di Desa Ciasih

suarakuningan.com - Ganyong (Canna discolor L. syn. C. edulis) dikenal di Kabupaten Kuningan sejak lama. Dari berbagai penelitian, kandungan ganyong selain kaya karbohidrat (zat pati) juga protein, kalori, lemak, vitamin C, vitamin B1, fosfor, kalsium dan zat besi.


Umbi dengan beragam khasiat tersebut, baik untuk pencernaan dan usus, pertumbuhan balita, menguatkan tulang, mengatasi radang saluran kencing, mengatasi panas dalam, dan untuk penderita diabetes.


Lambat laun kalah populer oleh pakan pakan luar bahkan pabrikan. Namun di Desa Ciasih Kecamatan Nusaherang, ganyong masih dibudidayakan dan diolah aneka produk. Aneka olahan ganyong selain direbus, dibuat tepung aci ganyong yang kemudian diolah menjadi aneka makanan. 


Menurut Surhani salah satu perangkat Desa Ciasih budidaya tanaman ganyong tersebar di beberapa blok dan total luas tanaman jika dihimpun sekira 2 hektar. Setiap 6 - 8 bulan, ganyong dipanen dan diolah oleh masyarakat dengan alat produksi sederhana dibuat tepung aci dan kebanyakan dibuat kerupuk. "Dijual 40 ribu rupiah per kilo," ujarnya.


Selain kerupuk, aci ganyong dibuat puding, perkedel, bubur, mie, kue kering, dll. Beruntung penulis saat berkunjung ke Desa Ciasih masih dapat oleh-oleh kerupuk ganyong. (red)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Aneka Olahan Ganyong Warisan Leluhur, Masih Dilestarikan di Desa Ciasih Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan