728x90 AdSpace


 

Update
22 Maret 2021

Demi Kebaikan, Kita Harus Berpolitk

oleh : Muhammad Faiz Nurahyan

Penulis adalah Anggota IPPMK Jadetabek, bidang Pengembangan Sumber Daya Anggota (PSDA)

Manusia adalah makhluk sosial. Banyak teori yang sudah memvalidasi pernyataan tersebut, diantaranya adalah teori gen, teori meme, dan teori dari agama. Dalam agama Islam dinyatakan dalam hadist nabi bahwa "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia".

Hadist tersebut menyatakan secara tidak langsung bahwa manusia yang paling baik adalah manusia yang bisa memberi manfaat bagi manusia yang lainnya. Dewasa ini kebaikan sepertinya menjadi hal yang relatif. Sesuatu akan dikatakan baik jika sesuai dengan perspektifnya sendiri, namun akan menjadi keburukan atau bahkan bisa menjadi musuh jika dilihat dengan perbedaan perspektif. 

Satu hal yang perlu digaris bawahi yaitu "perbedaan". Sesuatu yang dilakukan oleh orang lain yang perlu kita pahami terlebih dahulu bukan dari perlakuan yang kita terima, namun mulailah memahami sebab atau alasan seseorang itu melakukannya. 

Kita akan lebih tenang, lebih dingin, dan bisa lebih bijak menyikapi atau menerima apa-apa yang orang lain lakukan. Mengapa? Karena kita tahu dari pesrpektif mana kita harus menilai, alasan apa yang membuat orang lain melakukan hal demikian kita paham. 

Dengan saling memahami alasan, pandangan, dan latar belakang pemikiran orang lain kita jadi lebih bisa menerima perbedaan. Bukan untuk mengalah, apalagi menghilangkan prinsip diri, namun kita berusaha memahami dari setiap perbedaan dan melakukan penetrasi atau pun evaluasi untuk diri kita sendiri agar bisa bermanfaat dan mendapatkan manfaat.

Manusiawi memang jika kita ingin mendapatkan keuntungan dari sesuatu yang kita lakukan. Keikhlasan akan terasa berat jika perjuangan kita tak terbalas langsung menurut diri sendiri, dan akan terasa nikmat jika balasannya langsung terasa oleh diri sendiri.

Dalam hal kebermanfaatan, manusia perlu adanya kerja sama, dan kerja sama perlu adanya kedekatan seperti halnya politik. Perpolitikan sebenarnya sah-sah saja. Hanya saja paradigma sekarang ini politik dipandang jahat karena yang melakukan politik kebanyakan hanya untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok yang pada akhirnya menimbulkan kerugian yang meluas karena menyempitnya manfaat politik yang dilakukan tersebut.

Sejatinya politik adalah cara untuk mendapatkan kekuasaan atau jabatan tertinggi di masyarakat. Dari definisinya pun politik sudah sangat menggiurkan, jabatan tertinggi bisa menjadi alat untuk memuaskan diri, kelompok pribadi akan mendapat untung dan jauh dari kata rugi. Maka tidak heran jika perpolitikan sekarang ini banyak diperalat oleh manusia yang ingin mendapatkan keuntungan pribadi.

Mirisnya, politik untuk kepentingan pribadi mulai merajalela, merambah kemana-mana, dari pemerintah pusat, daerah, bahkan perpolitikan di dunia nonformal pun mulai tidak sehat karena adanya kepentingan pribadi. Jika dibiarkan makan tinggal menunggu waktunya saja semua akan hancur. Masa depan hilang, mau dibawa kemana dan akan seperti apa penerus kita nanti.

Maka sudah seharusnya kita bukan hanya harus sekedar paham, namun kita juga harus ikut serta dalam perpolitikan dalam rangka merubah kebiasaan lama, membongkar keburukan, menyembuhkan penyakit akut, dan menjernihkan kembali politik yang sudah ternodai. Politik bisa digunakan untuk mensejahterakan yang memang sudah sepatutnya mendapatkan hak kesejahteraan. Bagaimana agar politik berjalan dengan baik? Yaitu dengan keikhlasan dan ketulusan hati. Karena keuntungan tidak melulu soal materi, jika politik dilandaskan pada semangat juang hati nurani kenikmatan akan dirasakan semuanya, dan itu pasti.


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Demi Kebaikan, Kita Harus Berpolitk Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan