728x90 AdSpace

Update
29 Oktober 2016

Menyelami Jiwa Remaja (Tulisan Dua Bagian) - Bagian 2



(Lanjutan Tulisan dari Bagian 1)

(Sebuah Refleksi di Bulan Kesehatan Jiwa)

Oleh Vini Arviani Azzahra*)


Beberapa Masalah Kesehatan Jiwa  Pada Remaja
Masalah bisa berasal dari diri remaja sendiri, hubungan orang tua dan remaja atau akibat interaksi sosial di luar lingkungan keluarga. Sebagai akibatnya dapat terjadi masalah kesehatan jiwa remaja dengan manifestasi bermacam-macam seperti, kesulitan belajar,kenakalan remaja dan masalah perilaku seksual.

Mari kita amati satu persatu. Kesulitan belajar adalah suatu keadaan (kondisi) dimana remaja tidak menunjukkan prestasi sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Tidak benar apabila ketika remaja kesulitan belajar maka kesalahan sepenuhnya berasal dari sekolah. Banyak faktor yang tentunya juga harus dilihat, sehingga orang tua / wali keluarga mampu mengetahui dimana letak kesalahannya.

Situasi keluarga yang tidak kondusif,  anak dibandingkan dengan remaja lain, saudara atau temannya, beban pekerjaan yang berlebihan dan tersisihkan dari teman pergaulan sebaya adalah beberapa hal yang tergolong kedalam masalah yang ditimbulkan oleh lingkungan social dan budaya.

Tak ada yang mampu menjamin ketenangan, pada akhirnya anak akan kesulitan belajar. Adapun kesulitan belajar muncul dari faktor biologik atau bawaan. Seperti halnya,  adanya penyakit, kurang gizi, kelelahan, taraf kecerdasan kurang, gangguan pemusatan / sulit berkonsentrasi.

Kenakalan remaja merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang. Tindakan ini dapat merupakan perbuatan yang melanggar hak azasi manusia hingga melanggar hukum. Banyak sekali contoh kasus yang hingga hari ini masih sering wara – wiri pada headline media cetak, media online, hingga pembahasan secara eksklusif di beberapa stasiun televisi nasional.

Ganasnya prilaku gank motor. Hamil pranikah, serta keterjerumusan pada narkoba adalah contoh kenakalan remaja yang jadi keprihatinan kita semua.
Salah satu isu krusial di masa remaja adalah mengenai perilaku seksual. Meningkatnya secara cepat hormon seks, terutama testosterone, ternyata meningkatkan dorongan dan rangsangan seksual pada remaja. Bentuk tingkah laku seksual dapat mulai dari perasaan tertarik, berkencan, bercumbu, hingga penetrasi seksual.

Mengapa remaja hari ini banyak melakukan penetrasi seksual? Tentunya ada beberapa alasan yang keluar dari dalam diri remaja. Rasa ingin tahu yang tinggi, adalah salah satu faktor yang pada akhirnya memutuskan remaja untuk melakukan penetrasi seksual.

Yang lebih ironinya lagi, banyak juga diantara remaja ini yang menganggap hubungan seks dalam bentuk penetrasi seksual merupakan bentuk ekspresi rasa sayang kepada pasangannya terutama remaja wanita yang dalam hal ini selelu mengedepankan alasan emosional.

Keinginan untuk dicintai membuat perempuan memutuskan untuk melakukan melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.

Berikutnya, remaja dengan masalah kesehatan jiwa akan masuk pada fase negatif seperti cemas, depresi, bahkan dapat memicu munculnya gangguan psikotik. Kecemasan yang dialami oleh remaja biasanya adalah reaksi dari ketakutan. Seperti halnya ketakutan akan lingkungan, ketakutan akan kehilangan sosok yang dicinta dan masih banyak hal  lainnya. Keadaan yang rumit ini akan berpengaruh terhadap rutinitas anak di usia remaja.

Depresi adalah gangguan yang serius yang mampu mempengaruhi prilaku, pikiran, perasaan dan kesehatan.

Pada remaja, kondisi depresi memperkuat perasaan rendah diri / putus asa. Pada satu saat remaja yang depresi mencoba untuk melawan perasaan rendah dirinya dengan penyangkalan, fantasi, atau menghindari kenyataan realitas dengan menggunakan NAPZA. Hal yang paling membahayakan jika terjadinya depresi pada anak di usia remaja adalah munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup lebih cepat.

Gangguan psikomatik, ciri utama dari gangguan ini adalah lebih seringnya anak di usia remaja mengeluh adanya gejala fisik yang berulang dan meminta untuk diperiksa secara medis. Meskipun hasilnya terbukti negatif dan sudah dijelaskan secara rinci dan berkali – kali bahwa tidak ditemukan masalah kelainan fisik yang menjadi dasar keluhannya. Masalah semacam ini adalah hal yang mengganggu psikologi remaja.

Oleh karenanya di Hari Sumpah Pemuda ini kita bisa camkan bahwa kesehatan jiwa remaja merupakan hal yang penting dalam menentukan kualitas bangsa. Remaja yang tumbuh dalam lingkungan kondusif dan mendukung merupakan sumber daya manusia yang dapat menjadi aset bangsa yang tidak ternilai.

Mulai sekarang masyarakat harus sadar, bahwa kesehatan non fisik juga harus ditingkatkan. Untuk menciptakan remaja berkualitas perlu dilakukan berbagai upaya tindakan nyata dengan cara mempersiapkan generasi muda yang kuat dan tahan banting dalam menghadapi berbagai macam tantangan hidup. Agar dapat melalui masa remajanya dengan baik, sangat penting peran orang tua, guru, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitarnya dalam memberikan bimbingan serta suri teladan.(selesai)

Penulis adalah: Mahasiswa Semester 7 Program Studi Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Menyelami Jiwa Remaja (Tulisan Dua Bagian) - Bagian 2 Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan