Keputusan pemerintah menaikan harga Bahan bakar minyak(BBM) jenis Pertamax dan Pertamax Green,mulai Rabu 10/06 2026,sangat mengagetkan banyak pihak,disaat rakyat merasakan kesulitan hidup,serta krisis kepercayaan kepada pemerintah.
Harga Pertamax naik menjadi 16.250 per liter, dari sebelumnya 12.300
Pertamax green 17.000/ liter sebelumnya 12.900/ liter,calon kelas menengah dan menengah ke atas bahkan merasa terbebani kata para pengamat
Pertamina Patra Niaga,mengumumkan pada selasa 09/06 2026,harga Pertamax green 17.000 per liter,dari sebelumnya 12.900 / liter
Pertamax menjadi 16.200 / liter dari sebelumnya 12.300 / liter
Dua jenis BBM ini masuk kategori nonsubsidi ,alias pemerintah tidak memberikan bantuan dana dari APBN,guna memotong harga jual produk ini,sebelumnya para pengamat menghawatirkan kenaikan harga BBM nonsubsidi ,bakal membuat warga menengah dan menengah atas akan turun kelas(bbc.com)
Mengapa pemerintah menaikan harga BBM alasan adalah pemerintah menaikkan harga Pertamax untuk menyesuaikan harga ,agar pasokan tetap terjaga dan tidak menimbulkan distorsi di pasar energi nasional dengan menyesuaikan mekanisme pasar global ,itulah yang menentukan pemerintah agar mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan untuk memudah kan distribusi,menyesuaikan dengan minyak dunia yang trennya menguat imbas dari konflik di Timur Tengah masalah selat hormus
Dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat adalah;
1 harga kebutuhan pokok naik terutama biaya transportasi dan distribusi barang naik ,alhasil semua harga akan naik
2 tekanan transportasi umum dan logistik kena biaya operasional lebih tinggi,padahal daya beli masyarakat menurun
3 Daya beli masyarakat menurun,akibatnya masyarakat berhemat ,kurangi ko sumsi dasar ,biaya kesehatan dan pendidikan.
Harga pertamax melejit, kelas menengah banyak yang beralih ke pertalite yang nota bene adalah BBM bersubsidi,makin banyak yang memakai maka beban subsidi makin membengkak,padahal di awal menaikan harga pertamax untuk episiensi subsidi pada anggaran pendidikan MBG ,dan kesehatan,yang terjadi malah sebaliknya,target fiskal meleset.
Tata kelola BBM dengan paradigma kapitalistik,sebagai sistem yang diadopsi saat ini yaitu,BBM diperlakukan seperti barang komoditas pasar biasa,bukan barang publik yang wajib disubsidi negara menjadikan BBM sebagai komoditas ekonomi yang terus mencekik rakyat.
Prinsip dasar kapitalisme,adalah,
Harga BBM mengikuti harga minyak mentah dunia ,subsidi diminimalkan atau bahkan di hapus negara lepas tangan ,tujuan nya adalah mengurangi beban APBN ,episiensi dan keuntungan menjadi prioritas ,negara tidak berkewajiban menjamin BBM murah untuk warga negaranya, Kedaulatan energi Indonesia sangat lemah.
Paradigma kapitalistik terkait BBM sangat tidak sesuai karena,
1.harga disesuaikan dengan mekanisme pasar
2.Subsidi diminimalkan bahkan dihapus
3.Episiensi dan keuntunganpemilik modal menjadi prioritas,negara sebagai legulator untuk melancarkan proses jual beli antara oligarki dan masyarakat saja, hal ini kesalahan dan menzalimi terhadap rakyatnya, seharusnya diubah dengan paradigma Islam.
Dalam pandangan ekonomi islam,sumber daya alam adalah milik rakyat ,negara berserikat dengan tiga hal yaitu air padang rumput dan api harus dikelola oleh negara hasilnya dipergunakan untuk kemaslahatan umat (hadis riwayat Abu Daud)
Api ditafsirkan sebagai sumber energi panas minyak dan gas.
Negara wajib mengelola harta milik umum,
Sumber daya alam bukan milik individu ,negara harus mengelolanya,untuk kepentingan seluruh rakyat,dan hasilnya harus kembali kepada umat ,untuk kemaslahatan umum,diantaranya,sandang,pangan,pangan,pendidikan,kesehatah,pasilitas umum lainnya.
Sumber daya alam termasuk sumber daya energi dan memberikan pada rakyat dengan harga semurah- murah nya.
Dalam khilafah BBM bukan sekedar barang dagangan,tetapi adalah amanah Kedaulatan energi dan mekanisme baitul mal dalam sistem Islam akan menuntaskan problem pemenuhan kebutuhan rakyatnya,dan negara wajib memastikan bahwa rakyar bisa menikmati sumber daya alam negerinya sendiri tanpa dizalimin harga
Kedaulatan energi khilafah dalam baitul mal adalah kombinasi kemandirian energi ,rakyat mempunyai kontrol terhadap sumber daya alam tidak tergantung pada asing dan aseng ,eksplorasi dan produksi dikuasai sendiri
Kebijakan harga di tangan sendiri
Distribusi utama untuk rakyat sendiri
Tujuan nya adalah,tidak dizalimi negara lain lewat embargo,spekulan atau harga internasional.
Wallohu alam bishowab


0 comments:
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.