728x90 AdSpace

Update
5 Mei 2018

Aku Hadir Dalam Rindumu - AHDR (14)

Catatan Akhir Pekan "Aku Hadir Dalam Rindumu" merupakan tulisan bersambung.

Edisi sebelumnya :  Aku Hadir dalam Rindumu (13)

Oleh: Kang Iman (DR. Iman Subasman (@imansubasman). Konsultan Evaluasi Pendidikan Islam)

Hujan yang sangat lebat beserta angin kencang tak mengurungkan pria itu untuk menepi kepada wanita yang keluar dari toko swalayan. Ia rangkulkan tangan kepundak wanita itu dan tampak kecemasan yang di raut wajahnya, dengan penuh sayangnya ia hantarkan wanita itu ke sebuah kendaraan yang ia parkirkan di depan swalayan itu. Tampaknya kedua orang itu saling sayang, jika dibayangkan sayangnya mereka mungkin seperti Hamid dan Zubaidah dalam kisah " Di Bawah Lindungan Ka'bah karya Buya Hamka.

Kasih sayang memang menjadi karakter yang selalu dirindukan, diidamkan dalam kehidupan. Ia tumbuh seiring dengan gejolak kemanusiaan, kebutuhan yang harus diungkapkan dan energi yang harus dikeluarkan. Energi batin rasa sayang itu menjadi indah saat ia dapatkan dengan suasana yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang memperindahnya. Sabar mendapatkan sayang, rindu pada rasa sayang, penantian rasa sayang dan ujian mendapatkan rasa sayang.

Sebagian orang menyukai kemudahan dalam mendapatkan rasa sayang namun sebagian orang menyukai suasana yang penuh tantangan untuk mendapatkan rasa sayang . Mereka yang menyukai kesulitan mendapatkannya bukan terfokus pada rasa kasih dan sayangnya tapi mereka sangat sadar bahwa sesuatu yang terhormat selalu beriringan dengan kesulitan.

Para peselancar sejati bukanlah orang yang suka dengan ombak kecil namun ia menikmati suasana badai besar yang menghantam karena ia akan mengalami suasana baru, kondisi yang menaikkan adrenalin, kesabaran, kekuatan dan dalam lubuk hatinya ia sangat yakin badai besar itu yang akan menghantarnnya ke tepi tujuan. Kesadaran terhadap nilai-nilai kesulitan yang sangat positif itulah yang kemudian mereka tumbuh dengan kesabaran, kesetiaan dan sabar-setianya dalam meniti perjalanan kasih sayangnya. Kelak semoga dalam surgaNya, aku bisa membisikan " akhirnya kita bisa berada disini atas rahmatNya dan kita akan bersama selamanya-lamanya ..". Aamiin.
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Berkomentar...
- Harap sesuai dengan Konten
- Mohon Santun
Terimakasih Telah Memberikan Komentar.

Item Reviewed: Aku Hadir Dalam Rindumu - AHDR (14) Rating: 5 Reviewed By: SuaraKuningan